Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyiapkan strategi jangka panjang untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan tarif pajak. Bupati Sugiri Sancoko menegaskan, langkah yang ditempuh adalah melakukan pemutakhiran data objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) secara berkelanjutan.
Strategi tersebut ditetapkan untuk mencapai target besar, yakni PAD tembus Rp1 triliun pada 2029. Menurut Sugiri, atau yang akrab disapa Kang Giri, setiap tahun sektor PBB-P2 selalu ditarget naik. Sebagai gambaran, pada 2024 realisasi pajak mencapai Rp50 miliar dari target Rp47 miliar. Tahun 2025 ini targetnya kembali dinaikkan menjadi Rp48 miliar.
“Kami lakukan pemutahiran data setiap waktu, misalnya dari yang sebelumnya sawah dulu pajaknya tanah, sekarang ada bangunan tentu pajaknya berbeda, ini yang meningkatkan sumber pajak Ponorogo,” jelasnya, Senin (25/8/2025).
Bupati Sugiri menilai kebijakan pemutakhiran objek pajak lebih adil karena nilai pajak disesuaikan dengan penggunaan aset masyarakat. Ia mengakui bahwa pemutakhiran serentak terakhir kali dilakukan pada 2011. Setelah itu, pembaruan data hanya dilakukan bertahap sehingga dampaknya terhadap kenaikan pajak tidak begitu signifikan.
“Setiap tahun sebenarnya kami lakukan pemutahiran, tapi tidak serentak jadi kenaikannya tidak signifikan,” katanya.
Selain pemutakhiran data, Pemkab Ponorogo juga mendorong kenaikan nilai aset daerah melalui pembangunan fasilitas publik dan pengembangan kawasan wisata. Menurutnya, aktivitas pembangunan dan meningkatnya keramaian akan menaikkan land value capture (LVC) serta nilai jual objek pajak (NJOP).
Kang Giri mencontohkan perbedaan nilai tanah dan bangunan di kawasan Jalan Suromenggolo yang melonjak signifikan jika dibandingkan tahun 2010. Kenaikan tersebut berpengaruh pada Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) maupun Pajak Penghasilan dari pengalihan tanah dan bangunan (PPhTB).
“Jual beli kena pajak tentu hal lumrah, tapi ini penting kita tidak memajaki rakyat. Tapi dengan kreativitas ini PAD Ponorogo bisa meningkat dan ada keadilan,” pungkasnya. [ADV/end/beq]

as a preferred source on Google




