Gresik (beritajatim.com) – Kabar kelangkaan LPG 3 kilogram membuat kepanikan masyarakat. Namun, LPG melon di wilayah Kabupaten Gresik dipastikan tidak terjadi kelangkaan. Ini setelah Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag (Diskoperindag) setempat melakukan inspeksi ke sejumlah agen.
Kepala Diskoperindag Gresik Malahatul Farda menuturkan, pihaknya sudah melakukan inspeksi ke beberapa agen di wilayah Gresik. Di agen-agen tersebut jumlah LPG yang tersedia masih banyak. Sehingga, tidak terjadi kelangkaan dan masyarakat tak usah kuatir.
“LPG ini kan pasokannya ditentukan langsung oleh pertamina, sehingga agen dan seterusnya tidak dapat melakukan intervensi,” tuturnya, Sabtu (12/08/2023).
Terkait dengan itu lanjut dia, distribusi LPG ini memiliki kode warna masing-masing yang berbeda antar daerah. Dengan begini, apabila terjadi kode yang masuk ke daerah lain akan mudah untuk penelusuran.
“Untuk bisa jadi agen dan pangkalan pun harus mendaftar terlebih dahulu ke Pertamina untuk didata dan ditentukan pasokan per harinya. Pengiriman LPG dilakukan setiap hari kecuali Hari Minggu dan Hari Libur Nasional,” ungkapnya.
Farda menambahkan, memang diakui apabila sempat terjadi banyak pembelian oleh masyarakat. Hal itu disebabkan karena terjadi libur panjang dan banyak masyarakat melakukan hajatan. Sehingga, permintaan LPG meningkat. “Meski ada peningkatan tapi tidak sampai terjadi kelangkaan,” imbuhnya.
Saat ini kata dia, pemerintah melalui Pertamina fokus melakukan pendataan penerima LPG. Pendataan dilakukan agar penerima subsidi menjadi tepat sasaran. Yang berhak menggunakan dan mengkonsumsi LPG melon 3 kg adalah rumah tangga, usaha mikro, nelayan tepat sasaran, dan petani tepat sasaran.
“Pendataan dilakukan di pangkalan LPG terdekat dengan mendaftarkan KK dan KTP. Setelah dilakukan pendataan, selanjutnya pembelian dapat dilakukan dengan pembelian KTP saja,” pungkas Farda. [dny/kun]
BACA JUGA: Mayat Tanpa Identitas Tenggelam di Mangrove Kali Lamong Gresik






