Surabaya (beritajatim.com) – Bandit curanmor (pencurian kendaraan bermotor) Surabaya meneror kos-kosan di Jalan Kebonsari Sekolahan, Jambangan, Kamis (10/8/2023). Setelah sempat mereda karena beberapa waktu lalu polisi melakukan operasi besar-besaran, kini bandit pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Surabaya kembali beraksi.
Rochman Fajar (26) mengatakan, pencurian kendaraan bermotor itu baru diketahui ketika ibunya Rachmawati hendak membeli makan siang, sekitar pukul 12. Sepeda motor Honda Beat L 6833 FA itu hilang di parkiran kos. Sebelum kejadian menimpa Rachmawati, salah satu warga kos juga sempat kehilangan motor Honda PCX di lokasi yang sama.
“Hilang tadi siang. Kondisi sudah dikunci stir,” ujar Rochman Fajar ketika dihubungi beritajatim.com melalui sambungan telepon.
Pria yang akrab dipanggil Omen itu menceritakan, terakhir ibunya memarkir sepeda motor pasca berjualan di Pasar Kodam pada Rabu (9/8/2023) malam. Motor yang dalam kondisi dikunci stir lantas ditinggal untuk istirahat. Rachmawati sempat keluar kos pada pukul 9 pagi.
BACA JUGA:
Bandit Curanmor Teror Warga Benowo Surabaya, Ari-ari Anak Ikut Hilang
Saat itu ia masih melihat sepeda motornya terparkir di tempat yang sama. Sekitar satu jam ia menghabiskan waktu di depan kamar kos. Lalu masuk kembali. “Antara jam 10-12 siang itulah malingnya beroperasi,” tuturnya.
Rachmawati yang kehilangam sepeda motornya lantas menanyakan ke para tetangga kos. Ia juga berusaha melihat rekaman CCTV. Namun, CCTV di sekitar kamar kos dalam kondisi mati. “Ada yang sempat melihat dua orang cari kos-kosan muter aja disekitar lokasi,” imbuh Omen.
Omen mengatakan, sebelumnya ada warga kos yang juga kehilangan sepeda motor Honda PCX. Ia menduga, bandit curanmor telah memahami kondisi keseharian kos-kosan. Dari keterangan yang didapat Rachmawati saat melapor ke SPKT Polsek Jambangan, petugas mengatakan bahwa terdapat 8 titik lokasi rawan curanmor di Jambangan.
BACA JUGA:
Laga Anniversary Persebaya, Parkiran GBT Disatroni Bandit Curanmor
Salah satunya adalah Jalan Kebonsari Sekolahan. “Saat kejadian memang pagar tidak dikunci. Karena kan pagi. Pas ibuk melapor ke Polsek Jambangan juga dikasih tau daerah rawan curanmor di Jambangan,” katanya.
Omen berharap agar bandit curanmor yang mengeksekusi Honda Beat-nya segera ketemu. Ia berharap pihak kepolisian masih bisa bekerja menemukan dan mengembalikan motornya. Karena, motor itu adalah satu-satunya kendaraan yang mengantarkan Rachmawati berdagang di Pasar Kodam.
“Ini sementara tidakl bisa berjualan. Sambil dicari solusinya. Semoga pak polisi bisa menemukan (pelakunya),” pungkas Omen.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Jambangan, Kompol Budi Waluyo belum memberikan respon resmi terhadap kasus pencurian yang terjadi di wilayahnya. [ang/suf]






