Pasuruan (beritajatim.com) – Gudang kosong di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, didatangi sejumlah warga Suku Kamoro Papua. Kedatangan warga ini guna melihat keberadaan pipa besi yang dihibahkan oleh perusahaan emas di Timika, Kabupaten Mimika.
Di dalam gudang memang terdapat puluhan pipa besi dengan panjang sekitar 10 meter dan berat puluhan kilogram. Tak hanya pipa besi, ada pula sejumlah mesin-mesin alat tambang penggalian emas.
“Barang-barang ini dihibahkan Freeport ke kami warga di lima kampung, kami hanya dengar kalau mendapat hibah, tapi kami tak pernah rasakan. Totalnya ada sekitar 15 ribu ton besi per tahun yang diberikan, ternyata besi-besi hibah itu ada yang dicuri,” kata Polikarpus Owemena, salah seorang anggota Lembaga Masyarakat Adat Kamoro (Lemasko).
Polikarpus juga mengatakan bahwa pipa besi ini hilang saat berada dalam Freeport. Hal ini diketahuinya setelah diberitahu oleh sejumlah pekerja yang telah pensiun dari Freeport.
Setelah dilakukan pengecekan di dalam gudang, Polikarpus meyakini bahwa pipa yang ada di Kecamatan Gempol tersebut telah dibawa dari Timika. Pipa-pipa ini telah hilang sejak tahun 2004 hingga 2006 lalu.
Bahkan warga adat Kamoro ini telah menang secara inkrah dalam putusan hukum dari Pengadilan Negri Cibinong. Namun saat hendak dieksekusi untuk pengambilan, barang sudah tidak ada di tempat semula.
Fanny Elke Matindas, selaku pengacara warga Suku Kamoro tersebut mengatakan jika sebelum ditemukan di salah satu area gudang di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, tumpukan pipa besi ini berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
BACA JUGA:
Papua Memiliki Tempat Istimewa bagi PKS
Fanny berharap agar pemilik gudang yang menampung pipa-pipa besi dengan ukuran besar ini mau memberikan hak kepada warga Suku Kamoro. Hal ini juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya beberapa pihak yang mengaku-ngaku pemilik barang.
“Saya harap agar pemilik gudang ini memberikan pipa kepada pemilik yang mempunyai hak resmi. Karena belakangan ini juga mulai ada yang mengaku-ngaku terkait kepemilikan barang,” tegas Fanny.
Hingga berita ini diterbitkan, pemilik gudang kosong tersebut belum bisa dihubungi. [ada/but]






