Yogyakarta (beritajatim.com) – Aksi warga Kotagede Yogyakarta yang ramai ramai melempar sampah ke truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang diparkir di sebuah tempat viral di media sosial.
Aksi warga yang berebut membuang sampah di dengan melempar ke truk DLH tersebut lantaran kondisi di DIY utamanya 3 kawasan yakni Yogyakarta, Sleman dan Bantul (Kartamantul) tengah mengalami darurat sampah.
Hal ini lantaran sejak pertengahan 23 Juli hingga 5 September 2023 mendatang, Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Piyungan dilakukan penutupan lantaran sudah over kapasitas.
Video viral yang dibagikan di akun Instagram @sekilasinfojogja membagikan video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan warga berbondong bondong mendatangi truk DLH Kota Yogyakarta.
Dalam video ini terlihat banyak warga berebut membuang sampah di truk tersebut. Kondisi ini terjadi karena di Yogyakarta tengah mengalami darurat sampah.
Akibat dari nekatnya para warga termasuk kaum ibu yang berebut membuang sampah di truk DLH dengan melempar sampah membuat terjadi ketegangan antara warga dengan petugas.
Petugas kemudian terlihat kurang berkenan dengan aksi melempar sampah ini kemudian melempar balik sampah warga ini keluar dari truk.
Saat dikonfirmasi Camat Kotagede, Komaru Maarif membenarkan kejadian tersebut.
Kejadian terjadi pada Selasa 1 Agustus 2023 sekitar pukul 08.00 WIB di lapangan Karang Prenggan Kotagede Yogyakarta.
BACA JUGA:
Volume Sampah di TPA Jabon Sidoarjo Turun 60 Ton per Hari
Kondisi ini terjadi akibat sampah warga sudah menumpuk dan mereka tidak bisa membuang sampah sejak beberapa hari terakhir.
Komaru menyatakan berkemungkinan aksi ini terjadi akibat warga tidak sabar menunggu kedatangan truk pengangkut sampah.
Usai kejadian ini imbuh Komaru situasi ini telah tenang kembali. Sampah warga sudah ditampung di depo.
“Sebagian sampah sudah dibawa petugas ke TPST Piyungan seiring dengan kebijakan DIY boleh membuang sampah ke TPST Piyungan maksimal 100 ton perhari,” jelasnya.
Terpisah Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta barusaja melaporkan pantauan di sejumlah titik lokasi dampak dari penutupan (TPST) Piyungan, Bantul, DIY.
Pemantauan salah satunya dilakukan di Jalan Munggur, Kota Yogyakarta. Nampak tumpukan sampah yang menggunung hingga ke pinggir jalan trotoar.
Bahkan sampah-sampah tersebut menutupi ruang garasi pemilik rumah. Akibat dari tumpukan sampah muncul bau tidak sedap dan banyak belatung. Selain itu banyak sampah-sampah hingga ke jalan trotoar.
BACA JUGA:
Cak Ji Instruksikan DLH Gercep Angkut Sampah Kerja Bakti
Meski sudah ada tulisan larangan membuang sampah di lokasi tersebut, namun tumpukan sampah menggunung tak terhindarkan.
“Dari hasil pemantauan Forpi Kota Yogyakarta pada tahun sebelumnya, lokasi ini dijadikan langganan membuang sampah. Khususnya saat TPA Piyungan, Bantul, ditutup,” jelas Anggota Forpi DIY Baharuddin Kamba.
Saat tim Forpi Kota Yogyakarta berada dilokasi, terciduk seorang warga membuang sampah dilokasi tersebut dengan menggunakan sepeda motor matik.
“Hapannya dalam waktu yang tidak terlalu lama Pemerintah Kota Yogyakarta menemukan lokasi tempat penitipan sampah meskipun sifatnya sementara. Dan menambah membuka depo-depo sampah yang lokasinya sering dijadikan tempat pembuangan sampah. Sembari menunggu TPST Piyungan Bantul dibuka,” terangnya.
Selain itu Forpi Kota Yogya merekomendasikan dipasang CCTV ditempat yang sering dijadikan langganan membuang sampah.
“Sampah yang menggunung di lokasi itu segera diambil oleh dinas terkait agar tidak semakin banyak dan tidak menimbulkan bau. Mengingat dilokasi tersebut terdapat sekolah,” tutupnya. [ajg/beq]






