Gresik (beritajatim.com) – Pemadaman pabrik plastik PT Gunung Agung Sentosa (GAS) di Jalan Raya Kepatihan Menganti Gresik yang terbakar menghabiskan air sebanyak 100 tangki. Itu karena kebakaran tersebut terjadi sangat lama.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik AH.Sinaga menuturkan, api sudah padam tinggal pendinginan asap putih sampai tidak ada titik api. “Yang membuat petugas kami di lapangan lama memadamkan api, karena luas obyek yang terbakar 14.000 meter persegi. Sehingga, dibutuhkan ekstra kerja keras,” tuturnya.
Selain luasnya area yang terbakar, terbatasnya suplai air serta tidak dilengkapinya alat pemadam kebakaran (APR) di lokasi juga turut memperparah obyek yang akan dipadamkan. “Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Padahal, saat kejadian api yang berkobar sangat besar akibat tiupnya angin kencang,” ungkap Sinaga.
BACA JUGA:
Kebakaran Lalap Pabrik Plastik di Gresik, Pekerja Berlari Menyelamatkan Diri
Kebakaran yang melanda PT GAS itu juga sempat membuat warga di sekitar pabrik panik. Asap hitam pekat, ditambah api yang terus berkobar membuat petugas damkar berjibaku supaya api tidak meluas.
Terkait penyebab terjadinya kebakaran ini, Kapolsek Menganti Inggit Prasetyanto mengatakan, pihaknya dibantu dari Polres Gresik, masih melakukan penyelidikan. “Kami masih menyelidiki yang mengetahui penyebabnya. Jadi mohon waktu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” katanya.
Seperti diberitakan, peristiwa kebakaran yang melanda PT GAS Gresik kemarin (31/7/2023). Api berasal dari bagian gudang kemudian langsung meluas membakar material hingga menimbulkan kobaran api. Dalam peristiwa itu, para pekerja menyelamatkan diri begitu melihat api yang membesar. [dny/suf]






