Jombang (beritajatim.com) – Kecelakaan memilukan terjadi ketika enam penumpang mobil Daihatsu Luxio L 1009 XD tertabrak oleh KA Dhoho di perlintasan tak berpalang pintu Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (29/7/2023) sekitar pukul 23.14 WIB. Para korban tersebut tengah dalam perjalanan untuk berkunjung ke keluarga di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Rombongan dalam satu keluarga ini terdiri dari 8 orang, termasuk sopir. Mereka berangkat dari Dusun Ciro Wetan, Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, menuju Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, untuk bertemu dengan saudara. “Rombongan hendak ke rumah kerabat di sana. Nenek dan paman ada di Kediri,” ungkap Nesy Neneng Rahayu (43), kerabat korban, saat berada di RSUD Jombang pada Minggu (30/7/2023).
Biasanya, saat pergi ke luar kota, suami Nesy yang menjadi sopir. Namun, pada Sabtu malam kecelakaan tersebut, suami Nesy tidak ikut, dan sebagai gantinya, sang anak, Az Zahra Rohima Khoirunnisa (13), ikut dalam perjalanan tersebut.
BACA JUGA:
Kecelakaan Kereta Api di Jombang: 6 Orang Meninggal, 2 Luka Berat
Dalam peristiwa tragis itu, Az Zahra juga menjadi korban yang meninggal dunia. Dari delapan orang di mobil tersebut, enam di antaranya meninggal dunia, dan hanya dua orang yang mengalami luka berat, yaitu Fikri (22) dari Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, dan Arimbi (11) dari Dusun Ciro Wetan, Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
“Korban meninggal telah dibawa ke Dusun Ciro Wetan, Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, untuk dikebumikan. Sedangkan dua orang masih dirawat di RSUD Jombang,” jelas Nesy yang mengenakan jilbab.
BACA JUGA:
Penampakan Mengenaskan Mobil Luxio yang Tertabrak KA Dhoho di Jombang
Seperti yang telah disampaikan, kecelakaan mengerikan antara mobil Luxio dan KA Dhoho telah menyebabkan enam orang meninggal dunia. Selain sopir mobil, Wahyu Kuspoyo (42), korban meninggal lainnya adalah Sumiyowati (60), Alinsya Mareta Mingkana (17), Sutria Mingsih (38), Az Zahra Rohima Khoirunnisa (13), yang semua adalah warga Dusun Ciro Wetan, Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
Satu korban lainnya berasal dari Kedungpadang, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, bernama Adelia (19). Sementara itu, dua orang lainnya mengalami luka berat, yaitu Fikri (22) dari Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, dan Arimbi (11) dari Dusun Ciro Wetan, Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. [suf]






