Surabaya (beritajatim.com) – SBM (School of Business and Management) Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya meresmikan lima program baru yang lebih spesifik. Kelima program baru ini untuk menghadapi terjadinya perubahan di lingkungan bisnis.
Adapun lima program baru itu yakni Culinary Business Management (CBM), Retail Business Management (RBM), International Trade & Finance (ITF), Digital Business Transformation (DBT), dan International Digital Accounting & Fraud (IDAF).
Dekan SBM UK Petra Josua Tarigan menjelaskan, bahwa dibukanya kelima program tersebut karena pihaknya melihat adanya gelombang perubahan yang semakin cepat, khususnya di dunia bisnis.
Lewat SBM, UK Petra merasa harus bisa memenuhi kebutuhan calon mahasiswa secara spesifik. “Trend program-program yang ditawarkan kepada mahasiswa harus semakin spesifik dan beragam, agar bisa semakin tajam menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Josua, Sabtu (29/7/2023).
BACA JUGA:
UK Petra Surabaya Bahas AI dan Disinformasi Jelang Pemilu 2024
Berbagai fasilitas sudah disiapkan, mulai laboratorium, praktisi ahli, aktivitas-aktivitas internasional dan adanya kerjasama dengan perusahaan level nasional hingga internasional.
Program IDAF menjadi program akuntansi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan kurikulumnya dengan modul-modul sertifikasi profesi CAFB (Certificate in Accounting, Finance, and Business) dari ICAEW (The Institute of Chartered Accountants in England and Wales) UK (United Kingdom).
BACA JUGA:
Edu Fair 2023, UK Petra Surabaya Siap Sambut Teknologi AI
Lewat IDAF, UK Petra bisa mengawal mahasiswanya untuk lulus dalam ujian sertifikasi yang langsung diadakan oleh ICAEW UK, sebuah organisasi profesi akuntan skala global yang tersebar di 147 negara.
“Sekitar 40 persen dari 144 sks yang dipelajari merupakan pembelajaran untuk mengasah kemampuan digital dan fraud prevention & detection,” ungkap Josua. [ipl/beq]






