Tuban (beritajatim.com) – Isak tangis mengiringi kepulangan 49 anggota silat yang tergabung dalam Perguruan Silat yang diamankan di Polres Tuban saat terlibat konvoi arak – arakan di jalan wilayah Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.
Kepulangan 49 pendekar tersebut, setelah menginap semalam di Mapolres dan dijemput orang tuanya, terlihat suasana haru mengiringi proses pemulangan dimana para pendekar tertunduk sujud di hadapan orang tua dan meminta maaf atas tindakan yang dilakukannya.
Seperti halnya Srimiasih yang menceritakan dari semalam menginap di Polres Tuban dan tidak bisa tidur karena terus memikirkan puteranya. “Saya semalam gak pulang, nginep di Polres Tuban. Bingung mikir anak saya,” ucap Srimiasih sambil mengusap air mata.
Ia sempat kaget dapat kabar bahwa puteranya ditahan di Polres Tuban bersama teman – temannya, karena pada saat pergi dari rumah puteranya pamit mau ke Tuban.
“Kaget saya dikabari pak Lurah, katanya anak saya ditahan, terus langsung kesini ditemani sama pak Lurah,” ungkap Srimiasih.
Baca Juga: Saat Konvoi, Pendekar Silat Tusuk Perut Warga Tuban
Wanita asli Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban ini juga menceritakan, bahwa puteranya berusia 22 tahun yang kini sedang menjalani kuliah di salah satu kampus di Madura. Niat pulang ke Tuban karena selesai mengadakan kegiatan bakti sosial.
“Habis ini pulang, ya balik kuliah lagi di Madura. Biar tidak diulangi lagi,” kata Srimiasih.
Sementara itu, Kapolres Tuban AKBP Suryono menyampaikan kepada seluruh warga dari Perguruan Silat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan di media sosial yang belum tentu kebenarannya.
“Kasihan orang tua, semoga kedepan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tutur AKBP Suryono.
Lanjut, Suryono juga menambahkan, sebelumnya 49 anggota dari Perguruan Silat yang diamankan tersebut berada di Kecamatan Plumpang, yang akan berencana mendatangi Polres Tuban untuk menghijaukan Mapolres.
“Adik-adik ini terprovokasi bahwa Polres Tuban tidak melakukan proses hukum terhadap pelaku pemukulan terhadap salah satu warga Pagar Nusa, padahal saat ini pelaku sudah kami proses,” terang Suryono.
Para pendekar yang diamankan tersebut dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan 1×24 jam dan tidak ditemukan unsur pidana.
“Kalau tidak kita amankan bisa bahaya, konvoi kalau lewat jalan kampung terus dilempar orang bisa terjadi gesekan yang bisa berdampak pada diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. [ayu/ted]
[berita-terkait number=”3″ tag=”tuban”]






