Gresik (beritajatim.com) – Satlantas Polres Gresik bakal menambah kamera Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di kawasan rawan laka. Langkah ini diambil karena dalam sebulan terakhir tercatat ada 70 kasus kecelakaan.
Dari jumlah itu, wilayah perbatasan Kecamatan Driyorejo menjadi kawasan yang paling rawan dengan total 14 kejadian. Tercatat 11 orang meregang nyawa di jalan raya. Faktor penyebabnya sebagian besar didominasi oleh kelalaian pengemudi dan melanggar lalu lintas.
“Tingkat fatalitas juga meningkat menjadi 16 persen,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Iptu Tita Puspita Agustina, Kamis (28/7/2023).
Perwira pertama Polri itu menambahkan, wilayah perbatasan Gresik dan Surabaya menjadi penyumbang angka kecelakaan tertinggi. Antara lain wilayah Kecamatan Driyorejo, Cerme, dan Kebomas.
“Terkait dengan ini kami akan meningkatkan sosialisasi khususnya menyasar para pengguna kendaraan bagi kalangan muda dan pelajar,” imbuhnya.
Tita Puspitas berencana menambah kamera Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE). Inovasi itu juga dinilai efektif menekan angka pelanggaran lalu lintas.
“Nantinya ada 5 titik, wilayah rawan kemacetan dan kecelakaan,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Sah Anggaran Pendidikan di Gresik Digelontor Rp 100 Miliar Lebih
Kawasan yang diproyeksikan dipasang kamera E-TLE yakni di wilayah Kecamatan Manyar, Bungah, Cerme, Menganti dan wilayah rawan lainnya. “Semua itu masih tahap pengajuan melalui Dirlantas Polda Jatim,” pungkas Tita Puspita. [dny/but]






