Surabaya (beritajatim.com) – Bertepatan pada Hari Mangrove Sedunia, Kebun Raya Mangrove Surabaya yang terletak di kawasan Gunung Anyar dan Medokan Indah ini kini telah diresmikan, Rabu (26/7/2023).
Peresmiannya sendiri dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia ke-5 yang juga Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), Megawati Soekarnoputri, bersama dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Adapun Kebun Raya Mangrove yang memiliki luas 31,5 hektar ini awalnya diinisiasi oleh Megawati dan juga Walikota Surabaya sebelumnya, yakni Tri Rismaharini.
Keduanya merupakan tokoh perempuan yang memiliki kegemaran yang sama, yakni penyuka tanaman.
Saat itu, tepatnya pada tahun 2018, Risma yang sedang menjabat sebagai walikota mengeluhkan daerahnya yang tampak gersang. Terlebih karena pada masa itu, area pesisir Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) di kawasan Gunung Anyar masih berupa tambak. Bahkan sebagiannya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.
BACA JUGA: Eri Cahyadi : Kebun Raya Mangrove Surabaya Pekerjakan Kelompok Miskin
Megawati selaku Ketua YKRI, yang sedang berkunjung ke Surabaya semasa Risma menjabat, pun merekomendasikan pembangunan kebun raya mangrove di Surabaya sebagai solusi.
Menurutnya, banyak manfaat yang didapatkan dengan adanya kebun raya ini. Selain sebagai kawasan konservasi, KRM dapat memberikan beragam manfaat lain. Mulai dari segi lingkungan, ilmu pengetahuan, keberlangsungan hidup, hingga perekonomian masyarakat sekitar.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya jalin kerjasama dengan Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) yang kini telah berganti menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), YKRI, hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Setelah disetujui, Risma berkolaborasi bersama TNI, Polri, dan perguruan tinggi untuk membangun infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, jembatan, hingga jogging track.
Adapun kini, KRM Surabaya telah memiliki beberapa fasilitas penunjang, seperti area food and beverage (F&B), auditorium, musola, toko merchandise, hingga playground.
BACA JUGA: Resmikan Kebun Mangrove Surabaya, Megawati Ungkap Manfaatnya
Meski begitu, Eri menyebutkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengelolaan sekaligus pengembangan. Terlebih karena hal ini terkait dengan konservasi sekaligus tempat wisata yang memiliki potensi besar dalam beragam aspek.
Salah satunya ialah dengan melakukan penanaman 280 ribu tanaman bakau. Adapun 57 jenis mangrove yang sedang dalam penambahan jenis dan koleksi. (fyi/nap)






