Surabaya (beritajatim.com) – Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya diklaim menjadi yang pertama dan satu-satunya di dunia. Kebun raya yang akan menempati lahan seluas 27 hektar ini tak hanya dijadikan destinasi wisata, melainkan juga tempat konservasi flora maupun fauna.
Perubahan wisata mangrove menjadi Kebun Raya ini memang telah diperhitungkan dengan matang. Terlebih jika melihat adanya 57 spesies tanaman mangrove dan 28 jenis burung yang ada di sana.
Tempat ini diharapkan dapat ditemukan ilmu pengetahuan alam yang semakin beragam karena masih ada banyak spesies baru yang diprakirakan belum ditemukan. Dengan begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga akan terus berupaya menambahkan koleksi spesies baru di Kebun Raya ini.
Kebun Raya Mangrove Surabaya ini nantinya akan dibagi menjadi beberapa zona zonasi, di antaranya zona pendukung dan zona utama. Pada zona utama ini tidak boleh ada kegiatan maupun bangunan masif karena harus tetap menjaga ekosistem alaminya.
BACA JUGA: Awas! 4 Kesalahan Make Up Ini Sering Orang Lakukan
Selain dapat belajar mengenai kehidupan flora dan fauna di KRM, pengunjung juga dapat menikmati asrinya suasana sekitar di zona pendukung. Terlebih dengan adanya berbagai aktivitas yang dapat dilakukan, misalnya seperti ber-swafoto, susur sungai, bermain sepeda air hingga ATV, atau sekadar berjalan-jalan santai bersama teman dan keluarga.
Pengunjung yang datang ke Kebun Raya Mangrove Surabaya juga tak perlu khawatir kelaparan, karena ada spot kuliner yang bisa dicoba disini. Ada juga tempat khusus UMKM yang menjual merchandise.
Hal ini tidak lepas dari harapan Pemkot Surabaya. Di mana Kebun Raya Mangrove tak hanya sebagai destinasi untuk wisatawan lokal maupun mancanegara, melainkan juga dapat menjadi ikon, edukasi, penelitian masyarakat luas, serta jasa yang berkaitan dengan ekonomi. (fyi/nap)






