Sidoarjo (beritajatim.com) – Telah tercipta macapat gagrak Sidoarjo. Macapat hasil karya Suwarmin, MSn. Tetapi sebenarnya, Suwarmin tidak bekerja sendirian. Dia mencipta dengan dibantu oleh paguyuban-paguyuban macapat di Sidoarjo.
Sebagai bentuk sosialisasi, hari ini, Selasa (25 Juli 2023), di Aula Dekesda Art Center, digelar workshop nembang macapat gagrak Sidoarjo. Peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari perwakilan paguyuban macapat, guru dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA Sidoarjo, dan guru dari MGMP Bahasa Jawa.
Workshop menghadirkan 2 narasumber, yaitu Suwarmin dan Tari Ramadhani. Pelaksanaan workshop bekerja sama dengan tim dosen dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Para dosen yang sedang menjalani program pengabdian masyarakat, yakni Dr Listiyono, Dwi Handayani MHum, dan Mardhayu Wulan Sari MA.
Suwarmin menjelaskan, macapat gagrak Sidoarjo diciptakan bersumber dari wayang gagrak Porong, Sidoarjo. “Wayang ini dulu sangat populer di Sidoarjo. Sampai sekitar tahun 1950-an, banyak desa yang memiliki kelompok wayang gagrak Porong,” kata Suwarmin.
Sementara itu, Murlan SSn, ketua panitia worksop menuturkan bahwa penciptaan macapat gagrak Sidoarjo bermula dari pertemuan di Pondok Pesantren Ahlus-Shafa Wal-Wafa, Wonoayu, Sidoarjo, tempat bernaung Paguyuban Macapat Samiaji, 13 Desember 2022.
“Ketika itu diadakan pertemuan yang dihadiri perwakilan dari paguyuban macapat Sekar Kawedhar, Jenggala Manik, Kinanthi, Samiaji, Rika Rahayu Rasmi, Ketua MGMP Seni Budaya SMA Sidoarjo, dan pengurus Dewan Kesenian Sidoarjo,” kata Murlan.
Ketua Komite Seni Tradisi Dekesda itu menambahkan, Sidoarjo memiliki banyak paguyuban macapat dan perkumpulan seni budaya Jawa yang giat macapatan. “Persoalannya, Sidoarjo belum memiliki gagrak tersendiri,” kata Murlan.
BACA JUGA:
Riset Budaya Dosen Umsida Sasar Candi, Prasasti, Pegiat Macapat Sidoarjo
Murlan menuturkan, pertemuan di Pondok milik Gus Nizam tersebut lantas menyepakati untuk menciptakan macapat gagrak Sidoarjo. Suwarmin yang ditunjuk menjadi koordinatornya. Pertemuan juga menyepakati untuk membuat gebyar acara bertitel ‘Seribu Warga Sidoarjo Nembang Macapat, 24 Jam Nonstop’. Tempat di Ponpes Ashofa, 4 – 5 Agustus 2023 mendatang. Dr Autar Abdillah didapuk menjadi ketua panitia.
“Jadi workshop ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang nanti, bulan Agustus, berpuncak di Pondok Ashofa. Sebelumnya, beberapa minggu lalu, kami telah mengundang 5 dalang Porong untuk memberi masukan atas macapat gagrak Sidoarjo yang diciptakan oleh Pak Warmin,” kata Murlan. [but]






