Lamongan (beritajatim.com) – Beberapa pesilat mengalami luka pada kepala akibat terkena lemparan batu dari sesama pendekar selama konvoi di daerah Lamongan.
Dalam video yang beredar, terlihat tiga orang pesilat mengalami luka pada kepala mereka karena lemparan batu, yang menyebabkan pendarahan yang cukup parah.
“Terjadi aksi pelemparan batu oleh beberapa pendekar. Beberapa sepeda motor rusak dan beberapa dari mereka juga mengalami luka-luka,” ujar Abdul, salah satu warga yang berada di lokasi saat bentrokan.
Abdul juga menceritakan bahwa polisi telah beberapa kali mengimbau para pesilat untuk kembali dan tidak melanjutkan perjalanan. Namun, mereka tetap meneruskan konvoi dan berusaha menerobos barikade pengamanan.
“Akibatnya, jalan macet selama beberapa jam. Ada ribuan pesilat yang mengikuti konvoi ini. Polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk mengatasi situasi. Bahkan terjadi aksi kejar-kejaran,” tambahnya.
Baca Juga: Aparat Gabungan dan Rombongan Pengesahan Silat Gesekan di Lamongan
Polisi melakukan tindakan pengamanan hingga dini hari untuk mengatasi situasi ini. Selain mengawal ketat konvoi pesilat, polisi juga berusaha mengurai kemacetan lalu lintas di daerah tersebut.
Beberapa pendekar yang diduga sebagai provokator telah diamankan oleh polisi dan dibawa ke Polres Lamongan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kegiatan pengamanan berlangsung hingga sekitar pukul 03.30 WIB,” ujar seorang petugas polisi.
Sebelumnya, beberapa titik di Kabupaten Lamongan telah dijaga oleh petugas karena adanya kegiatan pengesahan anggota dalam salah satu perguruan silat. Namun, beberapa pesilat memaksa untuk menerobos barikade petugas, yang menyebabkan bentrokan dengan aparat keamanan tak terhindarkan. (ted)






