Lamongan (beritajatim.com) – Rombongan penggembira dari pendekar silat yang terdiri dari ribuan sepeda motor melakukan aksi konvoi pada Jumat (21/7/2023) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan penggembira itu usai menghadiri acara pengukuhan pesilat warga baru pada tahun 2023.
Para petugas gabungan dari Polres Lamongan, Polsek Jajaran, Brimob Polda Jatim bersama Kodim 0812 Lamongan, Kompi Zipur, serta gabungan dari Dishub dan Satpol PP Lamongan pun melakukan aksi penyekatan dan berupaya mengamankan aksi konvoi para pendekar.
Nahasnya, suasana pengamanan iku berubah menjadi mencekam. Gesekan antara aparat atau petugas pengamanan dengan para pendekar pun tak terhindarkan dan terjadi di beberapa titik, seperti di depan Polsek Tikung, Kabupaten Lamongan dan ruas jalan raya Lamongan-Babat, tepatnya di wilayah Kecamatan Sukodadi.
Baca Juga: Cerita Pesilat Kena Tilang Polisi di Bundaran Waru Sidoarjo
Gesekan itu terjadi lantaran para pendekar ingin menerobos barisan petugas keamanan yang kemudian berlanjut pada bentrokan. Bahkan, polisi dibuat kewalahan karena sempat terjadi aksi pelemparan batu dan pembakaran ban di tengah jalan.
Tak hanya itu, terdapat pula kendaraan warga yang terjebak di tengah bentrokan saat melintas. Sehingga warga ini juga turut terdampak dan ketakutan saat berada di tengah-tengah bentrokan.
“Sempat ada aksi pelemparan batu mas dari pendekar. Ada beberapa sepeda motor yang rusak dan beberapa dari mereka juga mengalami luka-luka,” ujar Abdul, salah satu warga yang berada di lokasi saat bentrokan.
Abdul juga menceritakan bahwa polisi sempat menyampaikan imbauan beberapa kali kepada penggembira agar kembali dan tidak meneruskan perjalanannya. Akan tetapi, mereka tetap merangsek masuk dan ingin menerobos tim pengamanan.
“Jalanan macet beberapa jam. Para penggembira dari perguruan silat ini ada ribuan. Polisi juga sempat menembakkan gas air mata. Ada aksi kejar-kejaran juga,” imbuhnya.
Sebelumnya Kapolres Lamongan AKBP Yakhob mengajak kepada seluruh petugas yang terlibat agar selalu mengedepankan sikap humanis tanpa mengurangi sikap tegas.
“Tetap kita harus mengedepankan sikap humanis saat bertugas. Namun jika menemukan pelanggaran pidana, agar tetap dilakukan penindakan hukum secara profesional untuk menekan potensi konflik yang lebih besar,” tutur Yakhob, ditulis Jumat (21/7/2023).
Yakhob menegaskan bahwa seluruh pengerahan kekuatan ini dimaksudkan untuk memastikan situasi dan kondisi keamanan agar tetap kondusif selama kegiatan berlangsung. (ted)






