Surabaya (beritajatim.com) – Muharam adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Pergantian tahun baru Islam ini dapat disambut dengan melaksanakan berbagai amalan sunah yang dianjurkan.
Muharram berasal dari bahasa Arab, Harrama-Yuharrimu-Tahriiman-Muharrimun-wa-Muhharramun, yang artinya diharamkan. Bulan Muharram dapat dimaknai sebagai bulan yang dimuliakan.
Lalu, apa saja amalan sunah yang dianjurkan? Berikut enam amalan yang dapat dilakukan pada Bulan Muharam:
1. Memanjatkan Doa kepada Allah SWT
Salah satu sunah yang dianjurkan saat memasuki tahun baru Islam adalah memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa tahun baru Islam ini ditujukan untuk memohon keberkahan di tahun-tahun mendatang.
2. Berpuasa Asyura
Salah satu amalan sunah yang bisa dilakukan di bulan Muharam yaitu dengan berpuasa Asyura pada 10 Muharram. Puasa ini menjadi kesempatan baik bagi umat Muslim untuk mendapatkan pahala. Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang berasal dari Abu Hurairah ra:
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam”. (HR Muslim).
BACA JUGA: Baca Sebelum Maghrib, Berikut Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam
3. Muhasabah atau Introspeksi Diri
Pergantian tahun baru Islam bisa menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Pada kesempatan ini, umat Muslim bisa berbenah diri tentang amalan baik yang telah dilakukan di tahun sebelumnya dan merencanakan perbaikan amalan di masa depan.
4. Bersedekah
Meskipun tidak ada hadis khusus yang menganjurkan bersedekah khusus pada Bulan Muharam, namun meningkatkan amalan shalih, termasuk bersedekah, sangat dianjurkan. Dalam bulan suci Muharram ini, perbanyaklah bersedekah sebagai bentuk kebaikan dan kasih sayang terhadap sesama.
5. Menyantuni Anak Yatim
Salah satu amalan yang memiliki pahala besar adalah menyantuni anak yatim. Oleh karena itu, di bulan tahun baru Islam ini, sangat dianjurkan untuk menyantuni anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW. Melalui amalan ini, pintu surga dapat terbuka, rezeki dapat mengalir, dan hati yang keras pun dapat menjadi lebih lembut.
6. Memperbanyak Dzikir dan Sholawat
Amalan dzikir dan sholawat dapat dilakukan kapan saja di bulan Muharram. Memperbanyak dzikir dan sholawat tidak hanya meningkatkan pahala, tetapi juga dapat mendamaikan hati dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Membaca sholawat juga memiliki keutamaan mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.
Dengan melaksanakan amalan-amalan di atas, diharapkan umat Muslim dapat menyambut Bulan Muharam dan Tahun Baru Islam dengan penuh keikhlasan dan mendapatkan berkah serta keberkahan di masa yang akan datang.
Semoga amalan sunah ini bisa menjadi bekal dalam menghadapi perjalanan hidup di tahun yang baru. Mari manfaatkan momen ini dengan berbuat kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (nap)






