Jember (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Kabupaten Tulungagung melaju ke babak semifinal futsal putra Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Timur, yang digelar di Kabupayen Jember, Rabu (19/7/2023).
Mereka berhasil mengalahkan Universitas Bhayangkara Surabaya 3-2 di Gelanggang Olahraga PKPSO Kaliwates. Kedua tim saling serang. Universitas Bhayangkara berhasil mencetak gol lebih dulu. Namun babak pertama diakhiri dengan skor 1-1.
Selama babak kedua, kedua tim bermain semakin agresif. Namun UIN Tulungagung tampil lebih baik dan mengakhiri perlawanan pemain Universitas Bhayangkara yang sehari sebelumnya terlibat baku pukul dengan tim futsal Universitas Islam Malang.
Pelatih Universitas Bhayangkara Achmad Afandi memuji permainan lawan. “Permainan tim lawan cukup bagus dan mereka punya spirit yang bagus. Ini pengalaman buat kami ke depan,” katanya usai pertandingan.
Ryanata Yoga Permana, pemain Universitas Bhayangkara, menilai timnya kurang beruntung. “Kalau saya melihat, permainannya cukup berimbang,” katanya. Kedua tim menyajikan adu strategi dan permainan efektif.
Capaian Universitas Bhayangkara tahun ini lebih baik. Dalam Pomprov I, mereka tidak lolos fase grup. Tahun depan, Ryanata yakin, Universitas Bhayangkara akan bisa menembus tiga besar. “”Target tahun depan bisa dapat medali,” kata pencetak dua gol ini.
Sementara itu, asisten pelatih tim UIN Tulungagung Ahmad Haris Jamaludin mengaku, anak-anak asuhnya sempat kendor setelah tertinggal satu gol. Namun akhirnya mereka bisa bangkit dan mengejar ketertinggalan.
“Kami main dengan gaya defend aggressive dan lebih mengejar efektivitas serangan. Alhamdulillah menang dan kami optimis bisa meraih emas. Target kami juara pertama memang,” kara Haris, sebagaimana dilansir Humas Bapomi Jatim.
Haris ingin capaian bagus tahun ini bisa membuka awal bagi tim mendatang untuk merawat tradisi futsal yang berprestasi. “Kami ingin menunjukan bahwa UIN Satu Tulungagung punya banyak talenta futsal,” kata Haris.
Namun kendati menargetkan juara, Haris tetap mengapresiasi apapun capaian anak-anak asuhnya. “Apapun capaiannya. ini merupakan hasil perjuangan, kerja keras dan doa semua pihak yang perlu diapresiasi dan dijadikan motivasi untuk pertandingan atau kompetisi berikutnya,” kata Haris. [wir]






