Sumenep (beritajatim.com) – KLM Usaha Bersama milik H. Satlani yang tengah sandar di Pelabuhan Gersik, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, terbakar.
“Kebakaran itu diduga akibat korsleting kelistrikan di ruang mesin kapal,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Selasa (18/07/2023).
Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh nahkoda kapal, Abidin, dan salah satu ABK, Muh. Ishaq yang sedang menjaga kapal kosong tanpa muatan. Mereka melihat kepulan asap tebal serta api, diduga dari kamar mesin kapal.
Nahkoda dan ABK berlari menuju sumber asap yakni di kamar mesin. Namun terhalang oleh kepulan asap yang sangat tebal. Api semakin lama semakin membesar dan dengan cepat merembet ke atas dek kapal. Ditambah lagi dengan adanya BBM di tangki BBM kapal dan angin cukup kencang, sehingga api makin cepat membesar.
“Akhirnya demi keselamatan jiwa, hahkoda segera turun dari kapal melalui tangga kapal ke dermaga. Sedangkan ABK yang berada di sebelah kanan kapal, langsung meloncat ke laut dan berenang ke dermaga,” terang Widiarti.
Warga kemudian menghubungi aparat setempat pemadam kebakaran. Tak berselang lama, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung berusaha melakukan pemadaman terhadap kapal yang terbakar, dibantu aparat Kepolisian, Instansi terkait dan masyarakat. “Lebih dari dua jam berikutnya, api baru bisa dipadamkan. Akibat kebakaran itu, total kerugian berkisar Rp 350 juta,” ungkap Widiarti. (tem/kun)
BACA JUGA:






