Lamongan (beritajatim.com) – Pengurus Karang Taruna Kabupaten Lamongan masa bakti 2023-2028 resmi dikukuhkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Pendopo Lokatantra, Jumat (7/7/2023).
Kepengurusan Karang Taruna Lamongan ini terdiri dari 90 pengurus harian. Karang Taruna diklaim lebih adaptabel karena mengusung ragam divisi yang menangani kegiatan ekonomi kreatif, tantangan sosial, pengembangan sumber daya manusia dan pertanian secara millenial.
Selain itu, Karang Taruna tersebut juga terdiri dari pengurus perwakilan dari 27 kecamatan di Lamongan. Hadir dalam pelantikan ini di antaranya Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf, Kepala Dinas Sosial Lamongan Hamdani Azahari, serta kepala OPD dan Camat terkait.
Dalam kesempatan ini, Bupati Lamongan mengungkapkan rasa bangganya atas kebangkitan Karang Taruna Kabupaten Lamongan yang sempat vakum. Untuk itu, dengan hadirnya kepengurusan kali ini, pihaknya mengajak agar Karang Taruna terus bersinergi menjadi mitra pemerintah.
“Karang Taruna bangkit kembali. Saya yakin seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dan dilantik ini memiliki karakter unggul untuk menuju Karang Taruna yang lebih megilan,” kata Bupati Yuhronur.
BACA JUGA: Bangkit Kembali Setelah Vakum, Karang Taruna Lamongan Dituntut Lebih Profesional
“Karang Taruna tidak hanya mengurusi kepemudaan saja, Karang Taruna juga harus memiliki peran penting untuk bersama-sama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik sebagai mitra pemerintah,” imbuhnya.
Selain itu, Bupati Yuhronur juga menerangkan, saat ini Indonesia menghadapi bonus demografi yang tentunya harus dimanfaatkan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan, di mana jumlah penduduk didominasi oleh usia produktif atau kaum millenial.
Oleh sebab itu, Yuhronur berharap, Karang Taruna Kabupaten Lamongan yang baru ini bisa menjadi wadah aspirasi dan kreatifitas generasi millenial Lamongan untuk bersama-sama mewujudkan Lamongan yang berkeadilan.
“Sebagaimana yang banyak disampaikan oleh para ahli, bahwa saat ini kita dihadapkan pada kondisi disrupsi yang dipengaruhi bonus demografi, dimana kaum milenial mendominasi sistem demokrasi di dunia, yang sekaligus didukung oleh perubahan teknologi informasi yang begitu cepat,” paparnya.
“Sehingga dengan kehadiran millenial dan teknologi informasi ini, tentu banyak merubah perilaku sosial yang kalau tidak diimbangi dengan akhlak bisa menggerus nilai-nilai religiusitas, sehingga berakibat pada banyaknya perubahan sosial yang tidak dapat dikendalikan,” imbuhnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua Umum Karang Taruna Provinsi Jawa Timur, Agus Maimun. Dia menyebut, sudah selayaknya pengurus Karang Taruna Kabupaten Lamongan menjadi mitra pemerintah demi mewujudkan pembangunan Lamongan yang megilan.
“Senang sekali bisa hadir dan menyaksikan pengukuhan Pengurus Karang Taruna Lamongan. Kebangkitan Karang Taruna Lamongan ini jadi agenda besar kami di provinsi. Kami berpesan agar Karang Taruna mampu jadi mitra pemerintah dan mendukung pembangunan daerah,” tandasnya. [riq/nap]






