Surabaya (beritajatim.com) – Kini seluruh prodi di Unusa (Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya) sudah memiliki skema sertifikasi kompetensi. Sertifikasi ini penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif.
“Unusa satu-satunya Kampus NU yang memiliki skema di masing-masing prodinya. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unusa menjadi inspirasi bagi kampus NU di Indonesia,” ungkap Wakil Ketua BNSP Miftakul Azis, Jumat (7/7/2023).
BNSP pun mengajak semua perguruan tinggi untuk mendirikan LSP, yang nantinya dapat melahirkan asesor kompetensi, sehingga bisa menyertifikasi kompetensi mahasiswanya. Sebab, dengan hal itu dapat memberikan keunggulan tambahan.
“Sertifikasi menunjukkan mahasiswa telah mengikuti pelatihan dan lulus dalam bidang tertentu, yang akan meningkatkan daya tarik mereka bagi perusahaan atau organisasi yang mencari kandidat dengan kemampuan khusus,” jelas Aziz.
Ia juga mengingatkan kepada para peserta asesor pelatihan kompetensi, bahwa tugas seorang asesor kompetensi adalah melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kemampuan dan kompetensi seseorang dalam bidang tertentu.
Kata dia, asesor kompetensi harus memahami standar kompetensi yang berlaku dalam bidang yang sedang dinilai. Mereka perlu mengkaji dokumen referensi, seperti kerangka kualifikasi, unit kompetensi, atau deskripsi pekerjaan, untuk menentukan kriteria penilaian yang akan dipakai.
Artinya, lanjut Aziz, tugas seorang asesor kompetensi dapat berbeda tergantung pada konteksnya, seperti asesor dalam pendidikan formal, asesor dalam lingkungan kerja, atau asesor yang bekerja secara independen.
“Namun, fokus umumnya tetap pada penilaian kemampuan dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan kompetensi individu,” ungkapnya.
Sementara iti, Direktur LSP Unusa Sukemi mengatakan bahwa kegiatan terdiri dari dua rangkaian yakni pelatihan dan ujian. Kegiatan ini mulanya digelar 5 hari, namun ditambah menjadi 6 hari karena melihat kesibukan para asesor.
“Melihat kesibukan para asesor kompetensi yang beragam, kita berikan waktu lebih. LSP Unusa terus mensupport peningkatan kualitas para asesor kompetensi. Saat ini Unusa sudah memiliki skema yang mewakili masing-masing prodi,” katanya.
Unusa memiliki 31 skema sertifikasi, sehingga dari banyaknya skema iti diperlukan juga banyak asesor profesional untuk memastikan kompetensi mahasiswa, sekaligus mendukungnya mendapat jenjang karir yang diinginkan pasca lulus.
“Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kualitas penguji dan mewujudkan tenaga-tenaga asesor kompetensi yang profesional dalam keahlian masing-masing sesuai skema yang dimiliki,” ungkapnya.
Sedangkan Sekretaris LPTNU PBNU Ahmad Suaedy mengungkapkan jika hingga saat ini ada sekitar 500 kampus yang berafiliasi dengan NU. Namun, baru ada 300 kampus yang secara formal terhubung dengan NU. Sekitar 40 di antaranya langsung di bawah manajemen PBNU.
Dari ratusan kampus itu, 90 persennya berada di Pulau Jawa. Kemudian, 90 persen kampus tersebut hanya fokus pada studi agama. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya untuk melakukan pemerataan, baik secara jumlah untuk di luar Jawa, maupun secara program studi. [ipl/kun]
BACA JUGA:






