Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan memberangkatkan 400 orang atlet ke Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VIII, 9 – 16 September 2023.
Porprov VIII rencananya akan digelar di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto. “Kami menyiapkan sarana dan prasarana mereka untuk bertanding di porprov,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jember Murdiyanto, ditulis Jumat (7/7/2023).
Dispora bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember dalam mempersiapkan atlet. “Ada sinergi kami dengan KONI. Sama-sama kami memberikan yang terbaik. Atlet yang dipersiapkan adalah yant terbaik. Sarana dan prasarananya terbaik. Sehingga atlet bisa berfokus untuk bertanding,” kata Murdiyanto.
Dispora sudah mendukung pendanaan untuk seleksi atlet. “Seleksi atlet sudah selesai, masuk TC (Training Center atau Pemusatan Latihan). Setelah TC nanti baru pengiriman atlet. Nanti penginapan, makan, dan lain-lainnya akan dipikirkan Dispora Jember,” kata Murdiyanto.
Dispora juga sudah menyiapkan fasilitas arena untuk latihan. “Mereka butuh venue untuk latihan. Kami sudah siapkan. Sekarang base camp di masing-masing cabang olahraga. Kalau TC itu wewenang KONI. Semua soal pembinaan atlet ada di KONI,” kata Murdiyanto.
Kontingen Jember tahun ini dibebani target mempertahankan raihan Porprov VII. Saat itu, Jember berada di peringkat 9 dari 38 kabupaten dan kota dengan perolehan 20 medali emas, 17 perak, dan 45 perunggu. “Maksimalnya lebih tinggi daripada itu. Minimal mempertahankan dulu. Tidak muluk-muluk. Mempertahankan sudah bagus, syukur-syukur meningkat,” kata Murdiyanto.
Sekretaris Komisi D DPRD Edi Cahyo Purnomo mengaku sudah berkomunikasi dengan Dispora soal persiapan porprov. “Cuma Komisi D belum tahu sejauh mana perkembangan persiapan atlet-atlet kita yang akan dikirim. Komisi D akan memanggil Dispora dan KONI untuk menanyakan persiapan atlet,” katanya.
“Kalau semangat kami di Komisi D adalah bagaimana dalam Porprov 2023, prestasi kita harus melebihi Porprov 2022. Saya akan cek dulu target. Mereka yang kemarin berprestasi harus dipertahankan, kalau bisa ditingkatkan dan kalau perlu ditambah,” kata Edi.
Soal anggaran, Edi mengatakan, ada perbedaan dengan Porprov 2022. “Kalau kemarin kan kita tuan rumah 18 cabang olahraga dan grand opening. Anggaran jelas besar. Tapi karena kita sekarang tidak jadi tuan rumah, anggaran berkurang,” katanya.
Kendati anggaran berkurang, Edi meminta agar prestasi atlet stabil. “Kami berharap prestasi yang dicapai akan lebih,” katanya.
Edi meminta kepada Pemkab Jember dan KONI agar benar-benar mempersiapkan atlet dengan matang. “Sebenarnya jauh-jauh sudah harus dipersiapkan. Kalau saya melihat, seharusnya Dispora dan KONI jangan menunggu untuk dipanggil DPRD Jember. Seharusnya melaporkan (perkembangan persiapan),” katanya. [wir]






