Jember (beritajatim.com) – Asosiasi Sepak Bola Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur menilai Stadion Jember Sport Garden di Kabupaten Jember belum layak untuk menggelar pertandingan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur.
“Intinya lapangan itu rusak, permukaan lapangan bergelombang, rumputnya tidak satu jenis masih ada rumput liar kalau dipotong ujungnya tajam,” ungkap Wakil Ketua PSSI Jatim, Amir Burhanuddin saat ditemui di Kantor Asprov PSSI Jatim, Surabaya, Kamis (7/4/2022).
Selain itu, permukaan tanah untuk sepak pojok berlubang, garis lapangan tidak sama antara sisi kiri dan kanan gawang, gawang kurang lebar dan kurang tinggi, jaring gawang terlalu besar, drainase pinggir lapangan tidak tertutup, kurang kursi/bench bangku cadangan pemain dan match official, serta papan skor.
Bagaimana tanggapan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Jember Sutikno? “Itu awalnya dari saya komplain (ke Dinas Cipta Karya Jember), saat dia sudah serah terima dengan rekanan (yang merenovasi stadion). Padahal yang saya lihat (stadion masih) tidak layak,” katanya, Jumat (8/4/2022).
Sutikno bukan orang baru di sepak bola. Dia pernah menjabat Ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember, sehingga bisa menilai kondisi stadion JSG. “Sebelum saya komplain, saya sudah kasih pengarahan (perbaikan lapangan). Saya bantu,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”porprov”]
Sutikno juga melaporkan kondisi ini kepada Bupati Hendy Siswanto. Hendy memerintahkan agar masalah itu segera dituntaskan. Dinas Cipta Karya Jember kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengan Asprov PSSI. “PSSI Jatim kemudian mengirimkan tim (untuk meninjau stadion pada 11 Januari 2022),” kata Sutikno.
Tim PSSI Jatim tentu saja menggunakan standar stadion untuk kompetisi resmi. “Akhirnya muncul rekomendasi yang dikeluarkan PSSI itu. Saya langsung laporkan ke Bapak (Bupati Hendy). Pak Bupati memerintahkan saya untuk mengawal penyelesaian persoalan ini,” kata Sutikno.
Sutikno kemudian berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya agar perintah Bupati Hendy bisa segera dilaksanakan. Namun rupanya renovasi stadion masih belum sesuai harapan, sehingga Asprov PSSI Jatim melansir informasi soal ketidaklayakan stadion JSG itu Kamis kemarin.
Berita soal ketidaklayakan Stadion JSG ini menjadi tamparan bagi Jember yang menjadi tuan rumah Porprov bersama Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso. Sutikno mengaku mendapat pesan WhatsApp dari Bupati Hendy setelah berita itu muncul di media massa. Isinya singkat: diurus. “Sabtu (9/4/2022), saya undang semua, termasuk rekanan (yang merenovasi Stadion JSG), Dinas Cipta Karya, dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga,” katanya.
Sutikno optimistis masalah ini bisa diselesaikan sebelum Porprov bergilir. “Ada jalan keluar, tapi harus segera dieksekusi. Tapi saya tidak perlu buat statement dulu,” katanya. [wir/kun]






