Sidoarjo (beritajatim.com) – Sukses dengan outlet Jl Ngagel Surabaya, Sate Asin Garuda sebagai salah satu tujuan kuliner, kini hadir di Jalan Ponti No 2, tepatnya di depan GOR Delta Sidoarjo Rabu (5/7/2023).
Mulai dibukanya, terlihat pelanggan dan pengunjung pemula pun terlihat berjubel menikmati sajian, seiring kemeriahan acara pembukaan terangkai dengan suguhan alunan musik, menghadirkan sejumlah penyanyi.
Prosesi pembukaan Outlet Sate Asin Garuda di pusat Kota Delta yang juga menjadi ikon kuliner malam ini ditandai dengan pemotongan untaian bunga oleh owner.
Mereka adalah para anak muda kreatif, enerjik dan penuh percaya diri untuk menyuguhkan makanan khas Jawa Timur, Sate Asin Garuda penuh cita rasa yang sudah di marinasi.
Satria Wicaksono salah satu pihak manajemen menyatakan outlet ini sengaja dibuka untuk memanjakan pelanggan penyuka sate ayam dengan cita khas khususnya di wilayah Sidoarjo.
“Ini outlet kedua kami, Sate Asin Garuda yang pertama ada di Jalan Ngagel Surabaya. Kami pilih Jalan Ponti di Sidoarjo, pastinya di kawasan ini telah dikenal sebagai wisata malam dengan sederet menu kulinernya. Dan, hadirnya Sate Asin Garuda akan menambah kenikmatan para penyuka menu khas Jawa Timur, khususnya sate,” ujarnya.
Penggagas ide brilian bisnis kuliner Sate Asin Garuda lainnya, yakni Ilham Maulana, Andi Reza Yanuar dan Ferdian Kurniawan bergantian turut menambahkan, bahwa sate ayam yang merupakan menu khas Jawa Timur, sengaja dipilih untuk menjadi menu pilihan penikmat sate di Sidoarjo dengan tagline “Cara Baru Makan Sate” diharapkan menjadi pelengkap para penikmat kuliner.
“Ini (Sate Asin Garuda red,) telah kami siapkan matang, santapan tradisional ini kita sajikan menjadi menu alternatif yang nikmat dengan cita rasa khas, diantara menu lainnya yang telah ada,” tambah Ilham, yang diamini rekan mereka lainnya.
Berikut varian menu Sate Asin Garuda ramuan anak-anak muda yang bisa dilahap penyuka sate atau pengunjung yang hadir di outlet ini. Yakni, Sate Asin Pedas, Sate Kulit Goreng, Sate Pedas Khas Wijen dan Goreng Khas Wijen.
Buka mulai sore hingga malam hari, dan diladeni oleh pramusaji teredukasi untuk menu hidangan khas sate. Dipadu dengan suasana yang nyaman lengkap dengan areal parkir yang memadai.
Andi Reza serta Ferdian juga menyatakan, untuk harga para pengunjung tak perlu cemas. Lantaran menu tradisional yang diramu khusus dengan penonjolan cita rasa unik dan lezat ini, cocok di saku semua kalangan.
“Segmen yang kita bidik umum ya, ada kalangan muda, para orang tua muda dan siapa saja, dengan banderol harga kisaran belasan ribu, tidak mahal,” sebutnya.
Di pembuka hari pertama, disebut kisaran dua ribu tusuk sate sudah terhidang, dan itu diakui normal karena baru buka. Dibanding outlet di Surabaya yang berdiri tahun 2021, hingga lima ribu tusuk sate, disebutnya hal lumrah dan sudah bagus, untuk ukuran sajian kuliner.
Seiring waktu, kedepannya, lanjut mereka selain di Sidoarjo juga tengah disiapkan untuk membuka outlet berikutnya yakni, di Malang dan Gresik. “Seiring dengan berdirinya outlet di Jalan Ponti Sidoarjo ini, kita juga tengah menyiapkan gerai berikutnya di Malang dan Gresik, mohon doanya,” ucap mereka penuh optimisme. (isa/kun)
BACA JUGA:







