Jember (beritajatim.com) – Ratusan kader posyandu dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendeklarasikan dukungan untuk pencalonan Muhaimin Iskandar menjadi presiden dalam Pemilihan Umum 2024, di Beroeng Sorah, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (4/7/2023).
Sitiyani, seorang kader posyandu setempat, mengatakan, dukungan untuk Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa tersebut cukup beralasan. “Dia mendukung kegiatan kami untuk mencegah stunting (tengkes),” katanya.
Stunting menjadi salah satu persoalan di Kabupaten Jember saat ini. Prevalensi balita stunted (tinggi badan menurut umur) di Jember menurut Kementerian Kesehatan mencapai 34,9 persen. Jember menduduki peringkat nomor wahid di Jawa Timur. Sementara menurut data Dinas Kesehatan Jember, angka stunting hanya 7,37 persen.
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember mencatat pada 2021, ada 222.673 keluarga risiko stunting di Jember. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi lapangan karena pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting oleh sejumlah dinas dan instansi, tinggal 132.325 keluarga.
“Stunting tidak baik bagi generasi bangsa. Kami ke depan bisa dicegah dan tidak ada lagi di Indonesia,” kata Sitiyani.
Nabila Nilnaila, pelaku UMKM, tengah berusaha menggiatkan kewirausahaan di kalangan muda di Kalisat. “Kami melihat Gus Muhaimin sosok aktivis yang peduli terhadap pemuda dan bagaimana pemuda berkembang, termasuk di ranah entrepreneur,” katanya.
Nabila berharap para pemuda bisa terjun langsung dan membangun UMKM di desa. Ia ingin Muhaimin bisa membantu pengembangan UMKM saat terpilih menjadi presiden.
UMKM memang tengah menjadi perhatian banyak pihak. Pemerintah Kabupaten Jember sendiri menggenjot UMKM melalui sekian kegiatan di pusat-pusat keramaian. Terakhir, UMKM diberikan tempat untuk berjualan saat acara nonton bareng pertandingan sepak bola beberapa waktu lalu. [wir]






