Lamongan (beritajatim.com) – Toko dan gudang sembako yang berada di Desa Sukodadi, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan dilalap si jago merah. Diduga penyebabnya adalah ledakan korek api gas. Kerugiaan materiil lebih dari Rp 1 miliar.
Berdasarkan informasi dari petugas kepolisian, kebakaran ini terjadi sekira pukul 16.40 WIB, Rabu (28/6/2023). Toko dan gudang sembako bernama UD Hasil Buah yang terbakar itu ternyata milik Suprianto, yang juga warga setempat.
“Iya. Kebakaran yang melanda toko dan gudang sembako, di Jalan Pangsud, Desa Sukodadi, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan ini terjadi sekitar pukul 16.45 WIB, sore tadi,” ujar Kapolsek Sukodadi, AKP Lazib, Rabu (28/6/2023).
Mengenai kronologinya, Lazib menjelaskan bahwa kejadian ini bermula saat korban Suprianto (pemilik) baru saja menutup toko dan gudang sembako miliknya. Setelah itu, Suprianto masuk ke rumahnya yang berada tepat di belakang toko dan gudang sembako tersebut.
Saat korban sudah berada di rumah, sambung Lazib, tiba-tiba korban dikagetkan oleh suara ledakan yang berasal dari toko atau gudangnya. Ledakan itu seperti halnya suara petasan yang terjadi berkali-kali.
“Korban memutuskan untuk keluar dari rumahnya. Saat itulah, dia melihat ada kepulan asap dari gudang miliknya. Korban panik dan keluar melalui pintu samping,” terangnya.
Baca Juga: Selain Kebakaran, Damkar Lamongan Juga Evakuasi 88 Sarang Tawon dan 20 Ular
Nahasnya, api begitu cepat menyambar seluruh bagian gudang. Bahkan api sudah tampak menyala hebat di atas gudang itu. Tak kuasa atas apa yang menimpanya, korban lalu berteriak meminta pertolongan kepada warga dan petugas.
Menerima laporan kebakaran ini, petugas Polsek Sukodadi akhirnya bergegas menghubungi petugas Damkar. Setibanya di lokasi kejadian, para petugas melakukan evakuasi dan pemadaman.
“Api yang membakar bangunan toko dan gudang sembako ini baru berhasil dipadamkan secara merata sekira pukul 19.45 WIB,” beber Lazib.
Baca Juga: Damkar Catat 51 Kebakaran di Lamongan Selama Tahun 2021, Ini Penyebabnya
Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tutur Lazib, namun kerugian dari kebakaran ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Beberapa barang berharga yang berada di bangunan itu pun ludes dan tak terselamatkan.
Ditegaskan oleh Lazib, pihak kepolisian masih berupaya untuk melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kejadian ini. Arus kendaraan di jalan raya setempat yang mengalami kepadatan pun sudah berhasil diurai.
“Diduga api timbul dari ledakan korek api bensol yang terkena uap panas yang ditaruh di rak paling atas berjarak setengah meter dari atap gedung. Jumlah korek api bensol di dalam bangunan itu sebanyak 2 dus, perdus isinya 250 buah korek api,” paparnya.[riq/ted]






