Surabaya (beritajatim.com) – Puasa Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah 1444 H. Meski puasa sunah, namun ada keutamaan luar biasa bagi yang mengerjakan amalan tersebut.
Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa selama 2 tahun.
صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين
Artinya, “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).
Kesempatan ini tentu tidak bisa dilewatkan begitu saja.
Puasa Arafah pun sama dengan puasa pada umumnya, yaitu dilaksanakan mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Umat muslim yang mengerjakan puasa Arafah harus bisa menahan lapar dan dahaga, menahan nafsu, emosi, dan hal lainnya yang bisa membatalkan puasa.
BACA JUGA: Ada Waktu Mustajab di Hari Arafah, Berikut Bacaan Doa Wukuf Lengkap dengan Artinya
Dilansir dari laman resmi NU, yang membedakan antara puasa Arafah dengan puasa pada umumnya adalah niat yang dibaca. Niat puasa Arafah boleh dilafalkan pada siang hari, tepatnya sebelum masuknya waktu zuhur. Dengan catatan, orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga ia melafalkan niatnya.
Berikut ini adalah bacaan niat dari puasa Arafah. yang mana terbagi dua untuk dibaca malam hari dan siang hari.
Niat Puasa Arafah
Dibaca Malam Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala.”
Dibaca Siang Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah ta’ala.”
Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan 10 Dzulhijah 1444 Hijriyah yang menjadi Hari Raya Idul Adha 2023 pada Kamis, 29 Juni 2023. Ketetapan ini merupakan hasil dari pantauan dan sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama pada Minggu (18/6) kemarin. (mnd/nap)






