Kediri (beritajatim.com) – Kasus teror gengster di Kediri yang meresahkan beberapa hari terakhir ini akhirnya terungkap.
Lima orang pelaku gangtser yang sebelumnya membawa sajam dan membacok pemuda di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri berhasil diciduk oleh polisi.
Dari lima komplotan pelaku, dua diantaranya masih dibawah umur. Akibatnya, kini mereka harus meringkuk di sel tahanan Polres Kediri.
Baca Juga : Hendak Tawuran, Gengster di Surabaya Panik Ditangkap Polisi
Kelima pelaku antara lain, Mimbar Julianto (23) warga Wonosalam, Kabupaten Jombang yang ditangkap pertama di Surabaya.
Kemudian Nanda Bellia Wibowo (18) asal Nganjuk, Bayu Aditya Firmansha (21) asal Desa Nanggungan Kayen Kidul, serta FAS (17) asal Dusun Kedung Gayam Jombang dan VFP (15) asal Desa Plosorejo, Kecamatan Gampengrejo.
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra mengatakan, kelima pelaku terlibat pembacokan di wilayah Kecamatan Ngasem dan Kabupaten Kediri, pada Rabu dini hari lalu.
Baca Juga : Puluhan Gengster Keroyok Warga Wonoayu Sidoarjo Hingga Meregang Nyawa
Para pelaku melakukan penganiayaan terhadap Elang Elgibran (22) pemuda asal Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.
Saat kejadian, korban bersama teman-temannya sedang menambal ban sepeda motor di Jalan Erlangga, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Pelaku menghampiri korban sambil mengayunkan celurit yang disimpan di balik jaketnya. Akibatnya, korban terkapar dengan luka di paha kiri dan kanan serta punggungnya.
Baca Juga : Gengster Marak, Polres Lamongan Luncurkan Pos Siaga untuk Beri Rasa Aman
Bukan hanya sabetan celurit, pelaku juga menghantam korban dengan batu. Selanjutnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) SLG Kediri.
Sebelumnya, para pelaku juga membacok Moh. Nur Sodiq Mualifi (22) warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri saat berada di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. [nm/ted]






