Ponorogo (beritajatim.com) – Perhatian lebih terhadap para petani terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Salah satu yang dilakukan yakni dengan mengasuransikan sebanyak 1.000 hektare lahan pertanian milik petani yang ada di bumi reog.
Dengan begitu, pembayaran premi asuransi lahan pertanian itu, akan ditanggung oleh Pemerintah. Dengan skema sebanyak 80 persen preminya ditannggung Pemerintah Pusat, dan sisanya yang 20 persen oleh Pemerintah Daerah (Pemda)
“Ada 1.000 hektare lahan pertanian yang tersebar di 21 kecamatan di Ponorogo akan diasuransikan oleh Pemerintah. Skema pembayaran preminya, Pemerintah Pusat 80 persen dan sisanya 20 persen dibayar oleh Pemda, dalam hal ini Pemkab Ponorogo,” kata Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Masun, Kamis (22/06/2023).
Kebijakan untuk melakukan asuransi terhadap 1.000 hektare lahan pertanian di Kabupaten Ponorogo itu, akan dilakukan pada bulan Juli nanti, atau musim tanam pertama. Lahan pertanian yang masuk rencana akan diasuransikan ini, merupakan lahan yang rawan banjir, lahan yang sering kekeringan hingga lahan rawan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
“Lahan pertanian yang akan diasuransikan ini, merupakan lahan yang rawan banjir, kekeringan dan rawan terhadap serangan organisme pengganggu,” katanya.
BACA JUGA:
Hamil Tua, Biduan Dangdut Ponorogo Pelaku Perdagangan Orang
Sebanyak 1.000 hektare lahan pertanian itu, dari 148 kelompok tani (poktan). Dari ratusan jumlah poktan itu, terdiri dari sekitar 3.013 petani yang nantinya mendapatkan asuransi pertanian dari Pemerintah. Salah satu lahan yang akan diasuransikan yakni di lingkungan Prayungan Kelurahan Paju Ponorogo yang sering terdampak banjir.
Masun menambahkan bahwa asuransi pertanian yang nantinya bisa diklaimkan ialah lahan yang mengalami kerusakan padi mencapai 75 persen. Asuransi itu berlaku dari mulai tanam hingga masa panen tiba.
“Nanti akan ada evaluasi pada musim panen. Apakah lahan dan petani yang sama yang akan diasuransikan untuk musim tanam selanjutnya, nanti tergantung hasil evaluasi,” pungkasnya. [end/but]






