Gresik (beritajatim.com) – Produsen komponen otomotif berupa pegas yang berlokasi di Kabupaten Gresik, PT Indospring Tbk menargetkan penjualan di tahun 2023 bisa tembus di angka Rp 4,1 triliun, atau naik 13% dibanding tahun lalu seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional dikisaran 4,5% hingga 5,3%.
Selain pertumbuhan ekonomi, dampak membaiknya pasar domestik otomotif juga turut meningkatkan penjualan.
Direktur PT Indospring Bob Budiono menuturkan, dengan membaiknya pasar domestik otomotif membuat perusahaannya melakukan orientasi pasar ekspor.
“Tahun ini kami sedang menjajaki ekspor ke negara Australia mengingat pasar ini nantinya menjadi motor yang baru dalam mengembangkan ekspansi bisnis ke negara tersebut,” tuturnya, usai RUPS di salah satu hotel berbintang, Rabu (21/06/2023).
Selain membidik Australia lanjut Bob, Indospring juga melirik ke negara Thailand. Dipilihnya negara tersebut karena pasar otomotifnya sangat besar.
“Kami optimis pasar ekspor di negara itu bisa terwujud mengingat produksi domestik OEM dan AM mayoritas Indospring masih merajai,” ungkapnya.
Baca Juga: Enam Perusahaan di Gresik Bangun Plesengan Penahan Longsor
Lebih lanjut Bob Budiono mengatakan, saat ini perusahannya memiliki 4 pabrik spring. Kapasitas untuk masing-masing produk 135.000 ton pegas daun, 6.600 ton pegas keong, dan 4.200 ton pegas keong dingin yang terdiri dari valve spring, wire ring, dan pegas dingin lainnya. Selajutnya, juga memproduksi 5.400 ton stabilizer bar serta 6.600 ton komponen rem kendaraan bermotor.
“Dengan semua kapasitas produksi itu bisa mendorong pasar ekspor mengingat Indospring menjadi salah satu eksportir leaf spring terbesar di dunia,” katanya.
Ia menambahkan, hingga kuartal pertama 2023 penjualan bersih kita sebesar Rp 1 triliun, atau naik 19% dari pencapaian kuartal 2022. Dengan capaian laba bersih di kuartal pertama 2023 Rp 64 miliar, atau 6% dibandingkan penjualan bersih, dimana laba bersih kuartal pertama 2023 mengalami kenaikan Rp 28 miliar atau sebesar 76% dibanding kuartal pertama 2022.
“Untuk mencapai target penjualan di tahun 2023 kami tetap menjaga persediaan bahan baku, bahan penolong dan barang jadi. Disamping itu juga melakukan proses automasi dan digitalisasi terkait produksi. Serta terobosan-terobosan baru di pasar ekspor dan agresif di pasar domestik,” pungkasnya. (dny/ted)






