Surabaya (beritajatim.com) – Peluncuran Satelit Republik Indonesia atau SATRIA-1 yang disebut memiliki kapasitas terbesar se-Asia ini merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk membangun koneksi lewat angkasa.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebutkan bahwa dengan adanya satelit berkapasitas 150 Gbps tersebut diharapkan dapat membuat akses pelayanan pemerintahan lebih cepat. Terlebih dalam hal meratakan pembangunan dengan penyediaan internet di seluruh negeri.
Teknologi satelit ini memungkinkan akselerasi penyediaan internet ke desa-desa yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh teknologi fiber optik dalam 10 tahun ke depan.
Akses lewat angkasa ini tentu akan memberikan manfaat yang signifikan untuk masyarakat. Adapun prioritas pertama penerima akses ini dari strata satu adalah sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, kantor pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri.
Perlu diketahui, peluncuran SATRIA-1 sendiri dilakukan menggunakan roket Falcon 9, oleh SpaceX milik Elon Musk, di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, Senin (19/6/2023). Meski begitu, satelit ini mulai beroperasi atau melayani kebutuhan akses internet cepat untuk titik layanan publik pada awal tahun 2024.
BACA JUGA: Urutan 38 Kota dan Kabupaten dengan Penduduk Miskin di Jawa Timur
“Operasional SATRIA-1 berlangsung setelah satelit itu menempati orbit dan stasiun penerima bumi selesai dibangun dan siap beroperasi,” ujar Sri Sanggrama Aradea, juru bicara SATRIA 1 dan Kepala Divisi Satelit Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo.
Adapun satelit yang dirakit oleh Thales Alenia Space, di Nice, Prancis, ini memiliki spesifikasi sebagai berikut.
– Berteknologi VHTS (Very High Throughput Satellite) Ka-band pertama di Indonesia.
– Memiliki prosesor transparan digital.
– Memiliki mekanisme empat pendorong listrik.
– Kapasitas terbesar di Asia dengan total kapasitas 150 Gbps.
– Memiliki lifetime hingga 15 tahun.
– Memiliki 116 spot beams untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
– Memiliki teknologi pemrosesan digital terbaru.
– Memiliki tiga antena reflektor.
– Memiliki lima panel untuk setiap sayap solar array.
– Satelit pertama di Asia yang mengadopsi Bodi Pacebus Neo Level 6
(fyi/nap)






