Jember (beritajatim.com) – Kendati target dikurangi, target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali tidak memenuhi harapan. Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman menyebut pemerintah daerah bukan manusia super.
Berdasarkan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2022, PAD yang ditargetkan sebesar Rp 694.84 miliar dapat direalisasikan Rp 640,24 miliar atau 92,14 persen.
Dari sisi persentase capaian, ada kenaikan dibandingkan 2021. Target PAD Jember 2021 tercapai 88,25 persen. Namun kenaikan persentase capaian ini tak signifikan, karena target PAD tahun anggaran 2021 lebih tinggi daripada target tahun 2022, yakni Rp 719,87 miliar.
Nominal selisih kenaikan PAD 2022 jika dibandingkan 2021 hanya 0,77 persen, yakni dari Rp 635,30 miliar naik menjadi Rp 640,24 miliar. Hanya ada kenaikan Rp 4,94 miliar.
Ada empat komponen PAD, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah. Dari empat komponen tersebut, hanya hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yang melebihi target, 111,92 persen, dari Rp 6,102 miliar terealisasi 6,829 miliar.
Target pajak daerah terpenuhi 99,75 persen, yakni dari target Rp 294,321 miliar, terealisasi Rp 293,578 miliar. Target retribusi daerah terpenuhi 80,56 persen, yakni dari target Rp 48,249 miliat terpenuhi Rp 38,871 miliar. Sememtara itu lain-lain PAD yang sah terpenuhi 86,94 persen, dari Rp 346,176 miliar, terpenuhi Rp 300,964 miliar,
Firjaun berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan terhadap kepedulian dan peran serta dalam pembangunan di Kabupaten Jember. “Dengan semangat sinergi, kolaborasi dan akselerasi menghasilkan prestasi yang telah dicapai, namun demikian kami juga menyampaikan bahwa tentunya kami bukan manusia sempurna, bukan manusia super,” katanya, dalam sidang paripurna pembacaan Nota Pengantar LPP APBD 2022, di gedung DPRD Jember, Selasa (13/3/2023) malam.
Firjaun meminta dukungan masyarakat supaya dapat memberikan yang terbaik bagi Jember. “Wes wayahe benahi Jember dengan sinergi, kolaborasi dan akselerasi untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan bersama sesuai dengan cita – cita para pendiri bangsa,” katanya.
Selain pendapatan asli daerah, ada pendapatan transfer yang dialokasikan sebesar Rp 3,11 triliun dapat terealisasi sebesar Rp 3,04 triilun atau 97,77 persen. Lain-lain pendapatan yang sah yang ditargetkan sebesar Rp 41,78 miliar dapat direalisasikan sebesar Rp 28,63 miliar atau 68,53 persen.
Dalam laporannya, Firjaun mengatakan, sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) 2022 tercatat sebesar Rp 121,33 miliar. “Pembiayaan daerah pada APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2022 pada pos penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp 569,51 miliar dan dapat direalisasikan sebesar Rp 569,51 miliar atau 100 persen, sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan tidak direncanakan,” kata Firjaun.
Sementara itu, rencana anggaran belanja daerah 2022 sebesar Rp 4,42 triliun telah direalisasikan sebesar Rp 4,16 triliun atau 94,16 persen. Belanja Operasi dianggarkan sebesar Rp 3,04 triliun, dapat direalisasikan sebesar Rp 2,82 triliun rupiah atau 92,53 persen.
Belanja modal yang dianggarkan sebesar Rp 855,74 miliar,m dapat direalisasikan sebesar Rp 829,30 miliar atau 96,91 persen. Belanja tak terduga yang dianggarkan 4,90 milyard dan direalisasikan sebesar Rp 1,48 miliar atau 30,23 persen. Sementara belanja transfer yang dianggarkan Rp 512,97 miliar dan direalisasikan sebesar Rp 512,19 miliar atau 99,85 persen. [wir]






