Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengevakuasi para warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah ke lokasi isolasi terpusat. Tujuannya mengurangi penularan wabah Covid-19.
“Dalam waktu dua minggu ke depan, kita harus segera memindahkan pasien isolasi mandiri ke isolasi terpusat sesuai yang ditargetkan Menteri Maritim dan Investasi,” kata Bupati Hendy Siswanto.
Kegiatan tersebut, menurut Hendy, mustahil dilakukan tanpa adanya kerjasama semua unsur dalam Satuan Tugas Penanganan Covid-19. “Kita semua berharap dalam pelaksanaan pemindahan pasien isolasi mandiri ke isolasi terpusat dapat dilakukan secara persuasif dengan komunikasi yang baik,” katanya.
Pemkab Jember menyediakan 686 tempat tidur yang tersebar di seluruh kecamatan untuk menampung warga yang melakukan isolasi terpusat. Sementara khusus di pusat kota Jember, ada isolasi terpusat di Jember Sport Garden dan Hotel Kebonagung. “Yang paling penting kita harus dapat meyakinkan kepada saudara-saudara kita bahwa isolasi terpusat lebih baik daripada isolasi mandiri,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Dalam isolasi terpusat, kondisi kesehatan warga yang menngalami isolasi akan dipantau intensif oleh para tenaga kesehatan selama 24 jam. “Secara tidak langsung akan dapat mencegah penularan virus kepada keluarga kita, termasuk mencegah penularan di lingkuingan di mana kita tinggal,” kata Hendy. Dia meminta semua pihak bekerjasama dan bergotong royong dengan dukungan masyarakat.
Hendy mengatakan, isolasi terpusat efektif. Warga yang baru melakukan isolasi mandiri akan segera dipindahkan. Sementara warga yang sudah lama melakukan isolasi mandiri dan mulai sembuh tidak akan dipindahkan. “Jumlah warga yang sembuh meningkat dan yang meninggal sedikit. Alhamdulillah,” katanya. [wir/kun]






