Jember (beritajatim.com) – Pembunuhan anak kandung berusia enam tahun oleh sang ibu yang berinisial M di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (8/6/2023) malam, diduga karena faktor kejiwaan. Selama ini keluarga tersebut tergolong harmonis.
M adalah istri Saleh, seorang petani kopi. Anak yang dibunuhnya berinisial N, putri bungsu dari tiga bersaudara. Mulyono, tokoh masyarakat setempat mengatakan, selama ini tak pernah terdengar ada kabar gonjang-ganjing keluarga tersebut.
Tak pernah ada pertengkaran hebat yang diakibatkan oleh faktor ekonomi atau perselingkuhan. “Sebentar lagi panen kopi. Secara ekonomi, kehidupan mereka lumayan bagus. Kehidupan mereka lurus-lurus saja,” kata Mulyono yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Harjomulyo..
Namun M memang memiliki masalah gangguang kejiwaan selama bertahun-tahun. “Ia sering mengalami gangguan oleh jin,” kata Mulyono. Beberapa kali M kambuh dan memarahi sang suami. Ikhtiar penyembuhan dilakukan dengan membawa M ke paranormal.
Kepala Kepolisian Sektor Sempolan Ajun Komisaris M. Na’i masih menyelidiki kejadian tersebut. “Pelaku masih dalam proses pemulihan di rumah sakit. Kami berfokus olah tempat kejadian perkara. Bu M ini dalam satu tahun terakhir kondisi kejiwaannya kurang stabil,” katanya.
Kendati mengalami gangguan jiwa, tak pernah ada tindakan M yang membahayakan orang lain selama ini. Tak ada yang menyangka ia akan mengakhiri hidup sang anak kesayangan, Kamis (8/6/2023) malam itu. N semula tidur bersama ayahnya. “Sekitar jam 10 malam, N dipindah ke kamar belakang oleh ibunya dan tidur berdua,” kata Mulyono.
Sekitar pukul dua, Jumat (9/6/2023) dini hari, Saleh terbangun dan mendengar suara aneh dari kamar belakang. Ia mendengar suara seperti orang mendengkur. Suara itu bukan layaknya dengkuran orang tidur, namun seperti suara ngorok leher yang disembelih.
Saleh buru-buru membuka pintu. Terkunci. Dengan perasaan berdebar-debar, dia mendobrak pintu itu, dan melihat istri dan dan anak bungsunya sudah tergeletak bersimbah darah. Ia berteriak meminta bantuan tetangga. “Kebetulan di sana rumahnya berdekatan dengan keponakan dan saudara,” katanya.
M masih bernapas dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kalisat. Sementara N, sang anak, sudah tidak tertolong. Informasi terakhir, M sudah dipindah ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soebandi Jember.
Saat datang, polisi menemukan kondisi N dalam keadaan ditutupi selimut di atas tempat tidur dengan darah berceceran. Dia terluka di bagian kepala dan leher. “Menurut kepala desa, M berusaha melakukan bunuh diri,” kata M. Na’i. [wir]






