Jember (beritajatim.com) – Dari 8.501 desa dan kelurahan di Jawa Timur, 969 desa di antaranya masuk kategori rawan narkotika dan bahan adiktif (narkoba). Sebanyak 25 desa masuk kategori bahaya dan 944 desa masuk kategori waspada.
Badan Narkotika Nasional telah menetapkan sepuluh wilayah rawan yang menjadi pintu masuk peredaran narkotika, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan seluruh wilayah pesisir barat Sulawesi.
“Hal ini pasti akan berpengaruh pada wilayah Jawa Timur, sehingga perlu pengawasan ekstra dari seluruh komponen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat,” kata Agus Imantoro, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan, membacakan sambutan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Timur Eddy Supriyanto, Rabu (23/7/2025).
Pidato ini dibacakan di hadapan peserta osialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika serta Prekursor Narkotika dan Anti Premanisme – Radikalisme wilayah Badan Koordinator Wilayah V Jember, di Pendapa Wahyawibawagraha.
Agus menyatakan, Bakesbangpol Jatim telah melaksanakan enam kegiatan sosialisasi di wilayah lima bakrowil di Jatim. Acara itu melibatkan peserta dari berbagai unsur masyarakat dan tenaga pendidik.
Selain masalah narkoba, Agus menegaskan, banyaknya organisasi kemasyarakatan yang terafiliasi kegiatan premanisme yang mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta iklim investasi di Jatim menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Dalam rangka mempercepat penanganan dan pembinaan ormas yang terafiliasi premanisme secara tegas dan terpadu, kami telah menyusun draf Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang satuan tugas rerpadu penanganan dan pembinaan organisasi kemasyarakatan yang terafiliasi premanisme,” kata Agus.
Satgas ini dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Koordinatir Bidang Politik dan Keamanan Nomor 61 Tahun 2025, Bakesbangpol Jatim juga melibatkan sejumlah ormas yang memiliki profil positif untuk menjadi teladan dan contoh bagi ormas lain.
“Kami optimistis dengan sinergi antara Pemprov Jatim dengan seluruh elemen masyarakat, dapat menekan angka peredaran dan pecandu narkotika, serta prmanisme-radikalisme di Jatim,” kata Agus. [wir]






