Lamongan (beritajatim.com) – Bentrokan yang melibatkan perguruan silat di Kabupaten Lamongan mengakibatkan 9 (sembilan) orang mengalami luka-luka. Seorang di antaranya, hingga kini masih menjalani rawat inap di rumah sakit guna mendapat perawatan medis.
“Sesuai data yang kami himpun, ada 9 korban akibat bentrokan kemarin, rata-rata mereka rawat jalan, tinggal 1 (korban) yang masih rawat inap di rumah sakit, akibat terkena lemparan batu,” ujar Kapolres Lamongan, AKBP Yakhob Silvana Delareskha, Rabu (12/10/2022).
Yakhob menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan terkait adanya korban yang meninggal dunia akibat insiden bentrokan tersebut. Pihaknya mengaku telah mengamankan seorang pelaku yang diduga menjadi aktor di balik terjadinya peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut.
Selain itu, Yakhob berkata, seorang yang diamankan tersebut juga kedapatan membawa sajam (senjata tajam) saat terjadi bentrokan. “Untuk pengamanan ada satu orang (yang kedapatan) membawa sajam,” tandasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bentrok-perguruan-silat”]
Lebih lanjut, Yakhob mengungkapkan, ada sejumlah penggembira dari perguruan silat yang diminta oleh pihak kepolisian untuk mengamankan diri. Mereka terlibat rombongan konvoi saat peristiwa bentrokan terjadi.
Seiring dengan kondisi Lamongan yang sudah kondusif, imbuh Yakhob, saat ini mereka sudah dikawal dan dipulangkan ke rumah masing-masing. “Alhamdulillah situasi sudah kondusif. Ada beberapa kelompok yang semalam kita minta untuk mengamankan diri dan sekarang sudah kita pulangkan ke rumah masing-masing hingga jam 12 malam tadi. Alhamdulillah berjalan lancar,” tambahnya.
Dikatakan Yakhob, demi mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang kembali, pihaknya bakal melakukan pengawalan secara optimal pada setiap kegiatan yang melibatkan perguruan silat. “Personil kepolisian akan terus melaksanakan pengawalan depan-belakang. Di kiri-kanan akan dilakukan pagar betis,” sambungnya.
Tak cukup itu, Yakhob juga menyebut, sejumlah bantuan personil dari Brimob Polda Jatim hingga kini juga masih disiagakan di sejumlah titik rawan di Lamongan guna mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Untuk ke depan kita akan mengoptimalkan personel kita dan cara bertindaknya kita pasti akan melaksanakan pengawalan depan, pengawalan belakang, dan di samping kanan kiri kita pagar betis. Pasukan dari Brimob juga masih kita fokuskan di titik-titik rawan,” paparnya.
Terakhir, Yakhob mengaku akan mengadakan rapat kordinasi rutin tiap bulan dengan mengundang pimpinan perguruan silat di Lamongan. Ia berpesan, kepada semua pihak untuk bisa menahan diri, agar dampak dari bentrokan ini tak semakin meruncing.
“Setiap bulan kita ada agenda rapat koordinasi dengan pimpinan perguruan silat dan ini akan kita sampaikan nanti. Kami mengimbau kepada semua perguruan silat untuk berkoordinasi dengan kepolisian saat akan menggelar kegiatan,” pungkasnya.[riq/kun]






