Blitar (beritajatim.com) – Jemaah haji asal Kota Blitar sebanyak sembilan orang yang tergabung dalam kloter 8 sakit flu dan batuk. Tiga jemaah di antaranya bahkan tidak bisa menjalankan ibadah sunah Arbain di Madinah.
Petugas Haji Daerah Kota Blitar Kloter 8 Chumaidi menjelaskan sembilan orang yang terserang penyakit flu dan batuk tersebut tidak sampai menjalani perawatan di rumah sakit. Meski begitu para jemaah yang sakit itu harus meminum obat agar cepat sembuh dan bisa melanjutkan kegiatan ibadah haji.
“Sembilan calon jemaah haji yang sakit itu terdiri dari 6 orang terserang batuk, serta tiga orang lainnya terkena flu,” kata Chumaidi, Sabtu (3/6/2023).
Chumaidi menjelaskan seluruh jemaah haji yang sakit flu dan batuk itu telah diberikan obat dan diawasi oleh tim medis. Para jemaah haji tersebut juga masih harus mengkonsumsi obat, agar tidak memperburuk kondisi kesehatannya.
Sementara tiga orang calon jemaah haji yang flu tersebut harus melewatkan ibadah Arbain. Meski begitu ketiganya telah diizinkan bergabung ke dalam kloter 8.
“Tidak sampai berobat ke klinik tapi cukup minum obat di kamar saja sudah sembuh,” imbuhnya.
Baca Juga:
Cuaca Panas, Jemaah Haji Blitar Tetap Sehat Jalani Ibadah
Diduga sembilan orang calon jemaah haji itu sakit lantaran tidak kuat dengan suhu di Madinah. Menurut Chumaidi, suhu di Madinah lebih panas ketimbang di Indonesia dan pada saat malam hari suhu akan sangat dingin.
Hal itulah yang membuat sembilan orang calon jemaah asal Kota Blitar jatuh sakit akibat flu dan batuk.
“Ya mungkin karena belum bisa menyesuaikan suhu dengan yang di sini kadang panas kadang dingin,” kata dia.
“Tapi cuma diobati biasa sudah banyak sembuh cuma batuk tapi memang bukan hanya jamaah dari Kota Blitar dari beberapa daerah juga banyak,” terangnya.
Dari berapa calon jemaah haji asal Kota Blitar yang sakit, satu orang yang hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Calon jemaah haji tersebut adalah Mursini.
Baca Juga:
Baru Tiba di Tanah Suci, Dua Jemaah Haji Kota Blitar Ambruk
Mursini diketahui memang memiliki riwayat penyakit jantung. Sebelum berangkat ke Tanah Suci Mursini memang sudah sering opname di rumah sakit untuk proses penyembuhan.
Diduga Mursini kelelahan sehingga saat tiba di tanah suci calon jemaah haji perempuan tersebut jatuh sakit. “Yang sekarang ada di RS ada satu yakni Bu Mursini,” tandasnya.
Chumaidi menjelaskan di Madinah banyak calon jemaah haji dari daerah lain yang juga terserang penyakit flu dan batuk. Mayoritas jemaah yang sakit tersebut tidak sampai menerima perawatan di rumah sakit.
Para calon jemaah haji asal Kota Blitar pun diimbau untuk sering-sering mengkonsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi serta batuk. [owi/beq]






