Malang (beritajatim.com) – Kondisi jalan rusak dan ambles di Tirtoyudo, Kabupaten Malang, hingga kini masih belum diperbaiki. Akses jalan utama yang menghubungkan tiga desa yakni Desa Sumbertangkil, Desa Pujiharjo dan Desa Purwodadi itu, terlihat miring dengan beton dan aspal yang tergerus longsoran.
Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, saat melintasi jalan rusak itu menegaskan, jalan yang ambles terjadi ketika hujan lebat selama beberapa hari sejak Jumat (7/7/2023) lalu. Tingginya curah hujan membuat badan jalan hanyut terbawa longsor. Sebagian median jalan juga hancur.
“Kejadian jalan ambles ini saat hujan deras Jumat lalu, kemudian terbawa longsor. Panjang jalan yang ambles 25 meter dengan lebar jalan 6 meter,” Kata Hendik Arso, Kepala Desa Pujiharjo, Selasa (11/7/2023) pagi.
Hendik terpaksa menitipkan mobil operasional Kepala Desa ke bagian atas jalan yang tidak rusak di Desa Sumbertangkil. “Mobil saya titipkan ke warga dan Balai Desa Sumbertangkil. Karena Jalan tidak bisa dilewati,” tuturnya.
BACA JUGA:
Pasca Banjir dan Longsor, 11 Titik Jalan di Sumbermanjing Wetan Malang Rusak
Menurut Hendik, jalan ambles satu rangkaian dengan banjir bandang yang menerjang Desa Pujiharjo sejak hujan tanpa henti mulai Kamis (6/7/2023) hingga Minggu (9/7/2023).
“Penyebabnya hujan tanpa henti sejak hari Kamis, ini bersamaan dengan kejadian banjir di Desa kami Pujiharjo. Kalau disini jalan ambles dan retak sudah terlihat mulai hari Sabtu (8/7/2023). Dan akhirnya lebih parah di hari Minggu dan hari ini,” tegasnya.
Hendik melanjutkan, jalan ambles ini akses penghubung menuju Desa Pujiharjo, Lenggokson dan Desa Purwodadi. “Jika jalan ini putus kasihan masyarakat. Ekonomi warga kami di Pujiharjo dan Lenggoksono ada kendala. Karena ini jalan utama bagi perekonomian masyarakat, penghubung menuju kota kecamatan Tirtoyudo dan Dampit’ ujar Hendik.
Hendik bilang, pihak Dinas Marga Pemkab Malang dan Propinsi sudah cek lokasi. “Harapan kami jalan ambles ini segera dikerjakan. Karena jika tidak dikerjakan imbasnya kasihan penduduk di Pujiharjo dan Lenggoksono. Warga harus mengoper pisang, kelapa hasil panen atau bahkan belanjaannya dari Dampit ke Pujiharjo itu,” papar Hendik.
BACA JUGA:
Jalan Rusak Parah, Warga Dua Desa di Tirtoyudo Malang Diambang Terisolir
Terpisah, Davin Dian Prasetyo, warga Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang menambahkan, dirinya terpaksa mengoper atau memindah sembako yang baru saja ia beli menggunakan motor.
“Ya terpaksa kita imbal beberapa kali. Jadi barang sembako kita bawa dulu pakai motor untuk melewati jalan ambles. Kemudian kota bongkar, kita angkut pakai mobil pikap,” beber Davin.
Davin menambahkan, jalan ambles merupakan jalan utama satu satunya menuju pasar Tirtoyudo dan pasar Dampit. “Ini jalan satu satunya, longsor dan tidak bisa dilewati mobil lagi. Oleh sebab itu kami imbal barang bawaan, kalau kita lewati takutnya malah ambles dan longsor lagi.
“Ini jalan akses kami satu satunya menuju kota. Kami berharap supaya cepat diperbaiki. Sehingga perekonomian kami warga desa bisa lancar seperti semula,” Davin mengakhiri. [yog/beq]






