Surabaya (beritajatim.com) – Usai sukses meraih juara umum di PON Papua, POSSI Jawa Timur langsung mengagendakan Kejurnas Selam untuk merebutkan Piala Gubernur. Perlombaan ini diadakan pada 3 hingga 5 Desember 2021 di Surabaya.
Ketua Pengprov POSSI Jatim, Mirza Muttaqin mentakan, Kejurnas Selam Piala Gubernur Jawa Timur digelar untuk mencari bibit muda. Tujuannya meregenerasi atlet untuk proyeksi PON Aceh 2024.
“Setelah dua tahun tidak ada Kejurnas akibat Pandemi Covid-19, kini kami akan kembali mengadakan. Harapan kami Kejurnas ini bisa mengetahui potensi atlet yang akan kami proyeksikan untuk PON 2024,” kata Mirza, Selasa (30/11/2021).
Mirza menyampaikan, sebelum melangkah jauh di PON, para atlet akan dilihat kembali potensinya di Porprov 2022 nanti. Karena dari dua event ini akan terlihat mana yang potensi emas mana yang tidak. “Kejurnas dan Porprov ini jadi bahan kami (Pengprov POSSI) menilai atlet tersebut, apakah bisa untuk proyeksi PON atau tidak. Karena saat ini sudah waktunya melakukan regenerasi atlet,” imbuh dia.
Untuk kejurnas nanti, Mirza menyebut, ada 841 atlet dari 13 provinsi dan 54 kab/kota memastikan diri ambil bagian. Dari tahun ke tahun, jumlah pesertanya tidak jauh dari 15 provinsi. “Hanya saja, Jawa Barat kali ini tidak menerjunkan atletnya dalam jumlah besar. Sebab, waktu penyelenggaraan Piala Gubernur 2021 bersamaan dengan ujian sekolah di sana,” lanjut Mirza.
[berita-terkait number=”4″ tag=”selam”]
Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, gelaran Piala Gubernur 2021 dilaksanakan selama tiga hari. Ini karena pelaksanaan Piala Gubernur 2021 harus mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes) pemerintah. “Biasanya digelar dua hari. Sekarang jadi tiga hari karena harus mengikuti prokes. Pelaksanaannya nanti dibagi dalam tiga sesi. Yakni, sesi pagi, siang dan sore,” papar dia.
Pesertanya, juga harus melakukan swab antigen sebelum bertanding. Pihaknya mempersilahkan kontingen lain yang melakukan swab antigen sendiri kepada atletnya. Pihaknya berterima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang menaruh perhatian luar biasa kepada selam. Bahkan, ibu gubernur mau mengendorse even ini. “Beda dengan cabor lain, Selam memang masih perlu diendorse,” pungkas Mirza. [suf]






