Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 78 orang di kabupaten Pamekasan, tercatat sebagai korban meninggal dunia (MD) akibat kecelakaan lalu lintas dalam kurun waktu setahun terakhir, terhitung sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2024.
Angka tersebut relatif lebih kecil dibanding angka kasus serupa pada tahun sebelumnya, di mana pada 2023, terdata sebanyak 102 orang meninggal dunia dari total 485 kasus kecelakaan lalu lintas.
“Angka kasus kecelakaan lalu lintas selama 2024, terdata sebanyak 488 kasus atau lebih tinggi dibanding kasus serupa pada tahun sebelumnya. Namun angka korban meninggal dunia turun, dari angka 102 korban meninggal dunia pada 2023 menjadi 78 orang,” kata Waka Polres Pamekasan, Kompol Andy Purnomo melalui Sri Sugiarto, Kamis (2/1/2025).
Ratusan kasus kecelakaan lalin tersebut, mayoritas berasal dari kalangan karyawan swasta dan pelajar. “Untuk penyebab utama kecelakaan kelengahan dan kelalaian para pengendara, termasuk pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas,” ungkapnya.
“Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, kami memiliki inisiasi untuk meningkatkan edukasi bagi masyarakat, khususnya para pengendara agar selalu menjaga ketertiban maupun keselamatan di jalan raya, baik bagi pengendara pribadi maupun orang lain,” imbuhnya.
Kecelakaan lalin tersebut dinilai tidak lepas dari tingginya angka penanganan kecelakaan sepanjang 2024. “Sepanjang 2024, tercatat 278 pelanggaran ditindak melalui sistem ETLE, 3.722 pelanggar tilang manual, dan 25.416 pelanggar diberi teguran,” jelasnya.
Para pelanggar lalin didominasi pengendara dari kalangan muda, mulai usia 22 hingga 30 tahun dengan profesi karyawan swasta dan pelajar. “Maka dari itu, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan di jalan raya. Patuhi aturan, utamakan keselamatan, dan jadikan lalu lintas di Pamekasan lebih tertib dan aman,” imbaunya.
Berdasar data rilis akhir tahun 2024 Polres Pamekasan, angka kecelakaan lalin sepanjang 2023 terdata sebanyak 458 kasus, meliputi 102 korban meninggal dunia, 3 orang luka berat, luka ringan 557 orang dengan kerugian materil sekitar Rp 752.700.000,-.
Sementara pada 2024, angka kasus kecelakaan lalin meningkat menjadi sebanyak 488 kejadian, meliputi sebanyak 78 korban meninggal dunia, 1 korban luka berat, 578 korban luka ringan, dan kerugian materil sekitar Rp 691.400.000,-. [pin/but]






