Pamekasan (beritajatim.com) – Bencana kebakaran di kabupaten Pamekasan, terjadi sebanyak 73 kasus dalam rentang waktu 11 bulan terakhir, terhitung sejak Januari hingga pekan ketiga November 2024.
“Total kejadian bencana kebakaran sebanyak 73 kasus, meliputi sebanyak 58 kali kebakaran lahan, Sisanya kebakaran rumah, kandang dan gudang,” kata Kapala Satpol-PP dan Damkar Pamekasan, Yusuf Wibiseno, Sabtu (23/11/2024).
Peristiwa tersebut sebagian besar terjadi selama musim kemarau dan diakibatkan beberapa faktor, sebagian di antaranya karena human error. “Kebakaran lahan terjadi mayoritas akibat kelalaian. Seperti bakar sampah hingga buang putung rokok sembarangan,” ungkapnya.
“Sementara untuk kasus kebakaran rumah, kandang maupun gudang, indikasi sementara akibat kompor gas hingga arus pendek listrik. Tapi untuk penyebab pasti kami tidak dapat memastikan, karena di luar wewenang kami,” imbuhnya.
Lebih lanjut disampaikan jika peristiwa tahun ini, relatif lebih tinggi dibanding sebelumnya. Sekalipun petugas pemadam kebakaran (damkar) sudah bekerja maksimal untuk meminimalisir kasus kebakaran yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.
“Sejauh ini kami hanya memiliki 2 unit armada damkar plus 2 unit armada penyuplai dalam mengatasi kebakaran, kondisi ini tentunya cukup sulit bagi kami untuk mengatasi peristiwa kebakaran, khususnya jika terjadi di wilayah yang jauh dari pusat damkar, seperti wilayah Pakong maupun Waru,” jelasnya.
Namun pihaknya juga mengakui jika keterbatasan anggaran di lingkungan Pemkab Pamekasan, juga terbilang belum memungkinkan untuk menambah armada damkar. “Jadi untuk saat ini kami kira belum memungkinkan untuk menambah armada damkar, minimal di titik strategis di Pamekasan,” imbuhnya.
“Maka dari itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu mawas diri dan berhati-hati, serta selalu melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menghindari peristiwa (kebakaran) ini,” pungkasnya. [pin/beq]






