Surabaya (beritajatim.com) – Kalian pasti sudah tidak asing dengan istilah TOEFL atau Test of English as a Foreign Language. Ini merupakan salah satu ujian untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang yang diciptakan oleh ETS (Educational Testing Service).
Bagi kalian yang mendaftar beasiswa, melanjutkan jenjang S2 dan S3, atau melamar ke berbagai perusahaan, pasti akan menemukan TOEFL sebagai salah satu persayaratan. Nilainya pun memiliki standar sendiri, yakni tidak boleh kurang dari 500.
Ujian TOEFL sendiri memiliki 3 bidang yang diukur, yakni membaca (reading), struktur (structure) dan mendengarkan (listening). Setiap bagian tentu memiliki tingkat kesulitan masing – masing, sehingga untuk mendapat skor 500 bukanlah hal yang mudah.
Merasa minder lantaran tak bisa bahasa Inggris? Jangan menyerah! Karena berikut ini merupakan tips untuk mengerjakan TOEFL agar mendapat nilai 500. Simak dengan saksama ya!
1. Mengerjakan bagian listening
Umumnya terdapat 50 soal pada bagian listening. Kalian harus mendengarkan percakapan terlebih dahulu barulah nanti akan diberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan percakan sebelumnya.
Pada bagian ini kalian harus mendengarkan dengan saksama, tidak hanya secara bahasa, namun makna dari percakapan tersebut. Tidak jarang pertanyaan yang diberikan pun memiliki jawaban di luar percakapan.
2. Mengerjakan bagian structure
Bagian ini memiliki 40 nomor soal namun dengan waktu pengerjaan yang sangat pendek, yakni hanya 25 menit. Di sinilah kemampuan menulis, pemahaman grammar, dan pengetahuan kosakata kalian di uji. Pastikan kalian mengerti pertanyaan yang ditanyakan, kerjakan dengan penuh konsentrasi dan utamakan pertanyaan yang bisa kalian jawab terlebih dahulu.
3. Mengerjakan bagian reading
Bagian ketiga dari TOEFL ini menjadi bagian yang memiliki banyak musuh. Bagaimana tidak, soal yang diberikan cenderung panjang sehingga akan sedikit membingungkan untuk membacanya. Mencari jawaban pun bukan perkara yang mudah karena kalian harus membaca soal yang diberikan sekaligus memahaminya.
Salah satu trik untuk mengerjakan bagian reading adalah dengan mencari sinonim, antonym, atau refers to pada soal. Tidak heran jika waktu yang dibutuhkan akan sedikit lebih lama.
4. Perbanyak latihan
Biasanya, model soal yang diberikan TOEFL tidak jauh berbeda satu sama lain. Itulah mengapa sangat penting dilakukan latihan dan simulasi. Kalian bisa membeli buku khusus TOEFL atau juga bisa melihat contoh soal di Google. Setidaknya dengan latihan kalian sudah mengetahui model dan struktur pertanyaan TOEFL.
5. Perbanyak kosakata
TOEFL bukanlah ujian biasa, melainkan mengukur kemampuan berbahasa Inggris kalian. Yang paling penting dalam mempelajari bahasa asing adalah memperbanyak kosakata, sehingga kalian tidak kebingungan ketika ingin berkomunikasi dengan orang asing.
Sama seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris juga memiliki kosakata yang sangat luas. Satu kata bisa berarti banyak makna, satu benda bisa memiliki banyak nama. Memperbanyak perbendaharaan kosakata akan membantu kalian.
6. Mempelajari expressions atau idioms bahasa Inggris
Jangan dianggap remeh, mempelajari expressions atau frasa kalimat dan percakapan sehari – hari juga sangat penting. Seperti pada bagian listening yang seluruh soalnya berupa percakapan. Frasa bahasa Inggris bisa memiliki makna yang berbeda dengan terjemahannya, oleh karena itu kalian harus bisa menguasainya.
Contoh kecilnya yakni kata “far cry from” yang secara harfiah berarti “menjadi jauh menangis”. Padalah frasa tersebut merujuk pada istilah “sangat berbeda dari…”
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
7. Menggunakan teknik Skim dan Scan
Teknik Skim dan Scan merupakan sebuah teknik membaca cepat yang akan membantu mempersingkat waktu membaca namun tetap mendapat informasi yang dibutuhkan. Skim sendiri berarti memilah paragraph sementar Scan adalah mencari poin – poin dari paragraph tersebut. Teknik ini tentu dapat membantu kalian ketika mengerjakan bagian reading.
Caranya adalah dengan menemukan kata kunci pada pertanyaan lalu temukan kata kunci yang sama pada teks, coret paragraph yang tidak mengandung kata kunci tersebut. Di lain sisi, kalian bisa menandai poin – poin pada paragraph lainnya, seperti nama seseorang, alamat, angka, tahun, peristiwa, dan lain – lainnya.
Jangan takut, mengerjakan TOEFL akan terasa mudah jika kalian sudah sering belajar dan biasa melakukannya. Yang terpenting, yakinlah dengan jawaban kalian. (mnd/ian)






