Probolinggo (beritajatim.com) – Pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di kawasan Gunung Bromo memicu reaksi keras dari DPRD Kabupaten Probolinggo karena mencederai citra pariwisata daerah. Insiden memprihatinkan ini terjadi saat rombongan wisatawan mancanegara tersebut berkunjung melalui jalur Probolinggo pada Rabu (18/2/2026).
Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Probolinggo, Ning Ayu Nofita Rahmawati, memberikan sorotan tajam dan sangat menyayangkan terjadinya tindak kriminal tersebut. Ia menilai kejadian ini tidak boleh dianggap remeh karena berdampak langsung pada tingkat kepercayaan wisatawan asing terhadap keamanan destinasi di Jawa Timur.
“Ya sangat menyayangkan kenapa bisa terjadi,” tegas Ning Ayu saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai kronologi hilangnya barang berharga tersebut. Dirinya masih menunggu laporan lengkap terkait detail kejadian namun tetap mendesak langkah cepat dari instansi terkait untuk memulihkan keadaan.
“Komentar tidak banyak karena belum tahu asal usul cerita secara lengkap. Silakan konfirmasi ke dinas terkait supaya jelas,” ujarnya menekankan pentingnya transparansi informasi dari pihak kepolisian dan dinas pariwisata.
Rombongan turis tersebut diketahui berangkat dari Surabaya menggunakan mobil Hiace dan terpaksa parkir di jalan samping Museum Tengger karena area pendopo utama telah penuh. Di lokasi parkir itulah para pelaku melancarkan aksinya mengambil paksa seluruh koper milik wisatawan yang sedang menikmati keindahan alam Bromo.
Para korban sempat melacak keberadaan koper mereka secara mandiri menggunakan sinyal GPS yang terpasang di dalam salah satu barang bawaan tersebut. Sinyal tersebut terdeteksi berpindah-pindah mulai dari kawasan Perumahan Bogowonto hingga ke area Jalan Soekarno-Hatta di wilayah Kota Probolinggo.
Ning Ayu memastikan bahwa Dinas Pariwisata sudah berkoordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian untuk memburu pelaku pencurian tersebut. Penindakan hukum yang tegas sangat diperlukan agar sektor pariwisata Kabupaten Probolinggo tidak semakin terpuruk akibat isu keamanan yang meresahkan.
“Dinas pariwisata sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku kejahatan pencurian koper ini. Karena hal ini sudah mencederai sektor pariwisata di Kabupaten Probolinggo,” tegas Ning Ayu dengan nada bicara yang serius.
DPRD berharap koper dan barang-barang berharga milik wisatawan Thailand tersebut bisa segera ditemukan oleh jajaran petugas kepolisian setempat. Penangkapan pelaku menjadi harga mati agar tidak timbul efek domino yang merusak reputasi Bromo sebagai ikon wisata internasional yang sangat berharga.
Ke depannya, para pelaku usaha jasa travel diharapkan lebih disiplin dan berhati-hati dalam menentukan lokasi parkir kendaraan rombongan mereka. Keamanan fasilitas parkir harus menjadi prioritas utama bagi setiap biro perjalanan demi menjamin keselamatan aset milik wisatawan selama masa liburan.
“Ke depan, semua travel baik privat maupun resmi harus berhati-hati memilih tempat parkir. Usahakan parkir di tempat resmi, aman, dan ada penjaganya,” pungkas Ning Ayu mengingatkan seluruh elemen pendukung industri wisata.
Kasus ini kini sedang dalam penanganan serius pihak berwajib untuk mengungkap identitas pelaku yang telah merugikan nama baik daerah. Penegakan keamanan secara menyeluruh di area objek vital nasional seperti Bromo menjadi tuntutan utama guna menjaga keberlanjutan ekonomi dari sektor pariwisata. [ada/beq]






