Malang (beritajatim.com) – 69 persen wisudawan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang program sarjana periode ketiga tahun 2023 meraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dengan predikat cumlaude. Periode ini UIN Malang mewisuda total 800 wisudawan, 549 peserta dari program sarjana, 190 program magister, 34 program doktor, dan 27 wisudawan program profesi.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag., menjelaskan bahwa wisudawan dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan berjumlah 121, Fakultas Syariah 119, Fakultas Humaniora 56, Fakultas Psikologi 79, Fakultas Ekonomi 122, Fakultas Sains dan Teknologi 21, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 82, dan program pascasarjana sebanyak 200 wisudawan.
“Di jenjang sarjana, lulusan terbaik diraih oleh mahasiswa asal Ponorogo bernama Sayyidaturrohimah, dari pendidikan bahasa Arab dengan IPK 3,97. Program Magister, diraih oleh Bagus Novianto dari Pendidikan Agama Islam dengan IPK 4,00. Sementara itu, lulusan terbaik Doktoral adalah Ichinia Angger Rowin dari pendidikan bahasa Arab dengan IPK 4,00,” ujar Prof Umi saat prosesi wisuda periode ketiga tahun 2023 di Gedung Sport Center, Selasa (27/6/2023).
Rektor UIN Malang, Prof Zainuddin menyampaikan, tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih kompleks menyangkut segala aspek kehidupan. Oleh karena itu, dia berharap mahasiswa dapat mengantisipasi dan menghadapi dengan baik dengan mempersiapkan segala sesuatunya secara baik pula.
Baca Juga:
UIN Malang Borong Piala di Ajang OASE PTKI se Indonesia 2023
“Sebagai sarjana dan kelompok terpelajar, maka kita dituntut untuk mampu berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi sebagai sarjana lulusan Pendidikan Tinggi Islam, lebih khusus lagi UIN Maliki Malang. Maka SDM yang unggul merupakan prioritas yang harus dikedepankan,” kata dosen UIN kelahiran Bojonegoro tersebut.
Rektor berpesan kepada wisudawan agar terus belajar dan belajar, jangan pernah berhenti atau life long education. Dia berpesan agar tetap hormat kepada kedua orang tua dan para guru.

“Jangan pernah berhenti untuk ikhtiar dan berdoa. Jagalah nama baik almamater kalian dan jaga relasi dengan sang Khaliq, sesama manusia dan lingkungan. Jagalah kesatuan dan persatuan dengan bersikap toleran, hindari segala macam bentuk kekerasan, akomodatif terhadap budaya lokal dan cintailah NKRI. Inilah ciri sikap moderasi dalam beragama,” ujarnya mengakhiri.
Turut hadir dalam agenda ini staf ahli Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hindun Anisa. Dia berbagi mengenai tantangan dan peluang lulusan PTKIN. Menurutnya, pekerjaan di masa depan akan bergantung pada beberapa perubahan.
Baca Juga:
UIN Malang Lepas Keberangkatan 17 Jamaah Calon Haji
“Ada yang dinamakan revolusi keahlian. Hal ini berbanding lurus dengan perubahan teknologi. Revolusi keahlian menimbulkan mix dan match bersifat horizontal dan vertikal,” kata Hindun.
Vertikal berarti pekerjaan yang biasanya dilakukan lulusan SMA, dikerjakan oleh mereka dengan gelar sarjana. Sedangkan horizontal berarti pekerjaan yang dilakukan seseorang tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
“Dengan zaman yang semakin berkembang, tentu saja akan banyak pekerjaan yang hilang. Namun, sebagai gantinya, banyak juga pekerjaan yang bermunculan. Beberapa pekerjaan kekinian yang disebutkan Hindun adalah analis data, Spesialis Artificial Intelligence (AI), ahli big data, dan pekerjaan lainnya yang berhubungan erat dengan sistem digital,” pungkas staf ahli kementerian tersebut. [dan/beq]






