Surabaya (beritajatim.com) – Dalam setiap hubungan pasti ada pasang surutnya, di awal cinta bisa menggebu-gebu, dan di tengah jalan bisa terasa hampa. Terkadang tak banyak pasangan yang menyadari jika mereka sedang mengalami fase empty love. Pernah mendengar istilah tersebut sebelumnya?
Empty love merupakan kondisi seseorang yang menjalani hubungan tetapi merasa kekosongan. Yang tersisa dari hubungan tersebut hanya komitmen untuk tetap bersama, namun cinta, gairah, serta keintiman yang pernah dirasakan sudah hilang. Akibat dari hubungan tanpa cinta yang tulus adalah rasa hambar, begitu banyak keraguan, serta potensi sakit hati yang besar.
Istilah ini awalnya diperkenalkan oleh seorang psikiatris dan juga profesor dalam bidang human development di Cornell University, Amerika Serikat. Ia adalah Robert J. Sternberg. Nyatanya, fase empty love juga memiliki ciri-ciri loh! Perhatikan berikut ini.
1. Tidak ada komunikasi
Kunci dari keharmonisan dengan pasangan adalah komunikasi, tentang apapun itu. Lalu bagaimana jika komunikasi sudah terhambat? Bisa jadi kalian mengalami empty love. Biasanya, komunikasi hanya dilakukan ketika ada sesuatu yang dibutuhkan, namun jika tidak ada, maka kalian akan menghindari percakapan dengan pasangan. Ini adalah tanda-tanda awal dari empty love yang harus kalian perhatikan.
2. Selalu merasa kesepian meski sedang bersama
Selanjutnya, ketika kalian bertemu namun tidak berkomunikasi, apa yang kalian lakukan? Tentunya sudah tidak ada gairah lagi untuk menghabiskan waktu dengan pasangan. Bahkan, waktu bersama pasangan menjadi terasa membosankan, kalian tetap merasa kesepian karena tidak dianggap. Padahal, pasangan bisa menjadi teman satu-satunya dikala sepi loh.
3. Tidak peduli
Sebagai seorang individu tentu kalian menginginkan perhatian dan kasih sayang dari pasangan, namun hal tersebut tidak berlaku bagi mereka yang mengalami empty love. Ia tidak akan lagi peduli pada pasangannya, perhatian yang biasanya diberikan akan menghilang.
Sedihnya lagi, ia tidak akan merasa cemburu pada siapapun, sehingga ia akan membiarkan dan membebaskan pasangannya. Tak mau tau mencari kegiatan pasangan, atau dengan siapa pasangan pergi. Jika sudah seperti itu, untuk apalagi melanjutkan hubungan?
4. Bersikap dingin
Mereka yang mengalami empty love pasti merasakan, bahwa kehangatan dalam hubungan yang dahulu ada sudah tidak terasa lagi. Masing-masing menjadi orang yang kaku hingga canggung terhadap satu sama lain. Cerita dan pencapaian tak lagi membuat kalian tertarik, seakan fokus dengan masalah masing-masing.
Kalian tak lagi merasa nyaman dan memilih untuk menjauh. Saling menyapa pun sulit untuk dilakukan, apalagi melakukan kontak fisik. Padahal, umumnya kontak fisik bisa menjadi bumbu-bumbu dalam hubungan yang mengembalikan api cinta.
5. Menghindari perdebatan dengan selalu mengiyakan
Perselisihan dan perdebatan adalah hal yang wajar, bahkan juga dibutuhkan untuk bisa mengetahui dan mengembangkan karakter setiap individu. Akan tetapi, pasangan yang mengalami empty love cenderung malas untuk berdebat. Alih-alih mengutarakan pendapatnya, mereka justru akan mengiyakan apapun keinginan pasangan.
6. Masa depan tampak abu-abu
Terakhir, jika hal-hal sepele saja sudah enggan untuk dilakukan, apalagi membicarakan masa depan. Tujuan yang tadinya ingin diapai bersama pasangan seakan sirna, dan terganti dengan cita-cita masing-masing yang mungkin tidak sejalan. Arah hubungan pun menjadi tidak jelas mau kemana, yang mana akan menciptakan keraguan dan berujung pada sakit hati.
Jika kalian dan pasangan sudah mengalami 6 tanda di atas, bukankah artinya kalian berada pada hubungan yang tidak sehat? Alangkah baiknya untuk duduk dan membicarakannya pada pasangan, mencari tahu jalan keluarnya apakah hubungan tersebut masih bisa dilanjutkan atau tidak. (mnd/ian)






