Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyalurkan insentif kepada 6.000 guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kabupaten Mojokerto di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto. Pemkab Mojokerto meningkatkan besaran insentif sebesar Rp1.250.000 dari tahun sebelumnya sebesar Rp500 ribu.
Penyaluran dana insentif ini menjadi salah satu bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto yang merupakan wujud apresiasi pemerintah daerah terhadap kontribusi besar para guru TPQ dalam membentuk karakter generasi muda Kabupaten Mojokerto.
Tidak hanya berupa uang insentif, Pemkab juga memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan sosial para guru.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto meningkatkan besaran insentif sebesar Rp1.250.000,- per orang. Ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp500 ribu per orang. Apa yang kita berikan kepada anda semua itu tidak seberapa, tetapi ini bentuk perhatian kita kepada guru-guru Al-Qur’an,” ungkap Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra.
Peningkatan insentif ini dikucurkan melalui anggaran APBD Kabupaten Mojokerto tahun 2025 sebesar Rp7,5 miliar. Jumlah tersebut dibagikan kepada 6.000 guru TPQ yang tersebar di 18 kecamatan dan masing-masing guru menerima bantuan sebesar Rp1.250.000.
Selain itu, penyaluran insentif ini diatur dalam Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 188.45/133/HK/416-012/2025 tentang daftar penerima dan besaran bantuan sosial.
Adapun dasar pelaksanaannya merujuk pada Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2022 tentang pedoman hibah dan bantuan sosial APBD serta Perbup Nomor 36 Tahun 2023 tentang pemberian insentif guru TPQ.
Masih kata Gus Barra, peningkatan insentif terhadap para guru TPQ dinilai sangat penting, sebab guru TPQ sangat berperan dalam membentuk karakter anak-anak Kabupaten Mojokerto yang religius dan berakhlak mulia.
“Tanpa anda semua, kami tidak yakin anak-anak kami atau generasi muda Mojokerto ke depan dapat mengenali, memahami, bahkan membaca Alquran. Karena kami sebagai orang tua terkadang juga punya keterbatasan waktu ataupun keterbatasan kemampuan untuk mengajar maupun mendidik anak-anak kami. Sebab, kalau yang mengajari orang tuanya kadang bulet,” katanya.
Gus Barra juga menyampaikan bahwa program tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Pemkab akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terkait mekanisme pemberian bantuan, termasuk kriteria penerima. Gus Barra juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh guru TPQ yang selama ini telah menjadi pilar penting dalam pendidikan keagamaan.
“Acuan penerima bantuan, kita akan mengacu pada Kementrian Agama Kabupaten Mojokerto. Pendidikan itu tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan atau knowledge saja, akan tetapi yang paling penting adalah membentuk anak-anak kita berkarakter berakhlakul karimah. Itu kami yakini ada dipundak anda semua, oleh karena itu kami titipkan generasi Kabupaten Mojokerto kedepan menjadi generasi yang berguna serta bermanfaat untuk agama, nusa, dan bangsa,” ucapnya.
Sementara itu, dalam laporannya Plh. Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Mojokerto, Dyan Anggrahini mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga mendukung program prioritas 100 hari kerja Bupati serta diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para guru TPQ di Kabupaten Mojokerto.
“Tujuan diadakan kegiatan ini adalah memberikan memberikan peningkatan fasilitasi kesejahteraan bagi pendidik dengan memberikan bantuan insentif,” jelasnya.
Pemberian insentif tersebut untuk kesejahteraan guru TPQ serta meningkatkan kualitas mental spiritual anak didik pada Taman Pendidikan Al-Qur’an. Turut dihadir Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakin, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Koordinator Pembina (Korbin) TPQ, serta 200 perwakilan guru TPQ dari seluruh kecamatan. [tin/aje]






