Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 57 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang ada di Kabupaten Jombang masuk kategori rawan bencana banjir. Jumlah itu diprediksi terus bertambah mengingat cuaca ekstrem akhir-akhir ini terus terjadi.
Puluhan TPS tersebut tersebar di beberapa kecamatan mulai Mojoagung, Mojowarno, Sumobito, Wonosalam, Bareng dan Gudo. Demikian diungkapkan Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi, Senin (5/2/2023).
“Hal itu berdasarkan mitigasi kita dengan teman teman PPK dan PPS. Ada 57 TPS rawan banjir dari total 3.858 TPS di Jombang,” papar Burhan, panggilan akrab Abdul Wadud Burhan Abadi.
Untuk antisipasi menghadapi Pemilu 14 Februari mendatang, pihaknya mengadakan rapat koordinasi dengan jajaran terkait khususnya BPBD Jombang. Hasilnya memang secara data BPBD tidak menyampaikan berapa desa yang berpotensi rawan bencana, tetapi menyampaikan beberapa potensi misalnya angin kencang, banjir maupun potensi lainnya.
Dari keterangan yang didapat, BPBD Jombang belum bisa memprediksi potensi bencana yang akan terjadi pada 14 Februari. Biasanya, prediksi cuaca baru bisa dilakukan paling tidak H-3 coblosan.
“Saat ini kami fokus melakukan packing logistik. Untuk mempercepat pekerjaan, KPU membagi hampir 1.000 orang anggota PPK dan PPS untuk melakukan packing di empat titik. Packing logistik secara umum sudah selesai. Tinggal finalisasi,” jelas Burhan.
“Pengiriman logistik ke kecamatan atau PPK akan dilakukan mulai pekan depan. Sesuai jadwal yakni kita kirim ke PPK pada 9-12 Februari depan. Kemudian logistik harus tiba di TPS pada H-1 Pemilu,” pungkas Burhan. [suf]






