Gresik (beritajatim.com) – Hari ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan Kota Gresik merayakan hari jadinya. Pemkab Gresik genap berusia 50 tahun, sedangkan Kota Gresik menginjak usia 537. Perayaan tahun ini mengusung tema “Harmoni Gresik Baru Lebih Maju”.
Di usia setengah abad ini, Gresik masih memiliki beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan, di antaranya pengangguran terbuka dan kemiskinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik masih tergolong tinggi. Pada tahun 2021, angkanya mencapai 8,00 persen, kemudian turun menjadi 7,84 persen di tahun 2022, dan 6,82 persen di tahun 2023.
Persoalan kemiskinan juga masih menjadi PR bagi Pemkab Gresik. Meskipun Gresik dikenal sebagai kota industri, angka kemiskinan di tahun 2021 mencapai 12,42 persen. Angka tersebut turun menjadi 11,06 persen di tahun 2022, dan 10,96 persen di tahun 2023.
Selain pengangguran dan kemiskinan, banjir Kali Lamong juga menjadi masalah yang belum terselesaikan. Banjir tersebut sering merugikan masyarakat di Gresik Selatan, meskipun normalisasi Kali Lamong terus dilakukan.
Selama tiga tahun terakhir, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah telah berupaya menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut.
Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mengatakan bahwa harmoni bukan hanya sekedar konsep, tetapi sebuah panggilan untuk keselarasan di semua aspek kehidupan.
“Dalam pembangunan, harmoni memperlihatkan perlunya menjaga keseimbangan antara kemajuan fisik, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Selama tiga tahun terakhir, Gus Yani dan Aminatun Habibah telah meraih berbagai pencapaian yang mencerminkan semangat harmoni, salah satunya penghargaan Adipura yang diraih setelah 10 tahun vakum.
“Ini adalah hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk menjaga keindahan dan kebersihan Gresik,” ungkap Gus Yani.
Pemkab Gresik juga fokus membangun sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut termasuk Jaketku, Bunda Puspa, dan menjadikan Bawean sebagai pulau pendidikan.
“Insya Allah, kami telah menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Gus Yani.
Pemkab Gresik juga melakukan pembangunan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati, unit pengolahan ikan, Stadion Gelora Joko Samudro, dan jalan alternatif yang bermanfaat untuk pertanian.
“Semua pencapaian ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan dan kerja keras semua pihak yang terlibat. Saya ingin sampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh masyarakat Gresik atas kontribusi dan partisipasinya dalam membangun Gresik,” pungkas Gus Yani.
Meskipun telah menunjukkan kemajuan, Gresik masih memiliki banyak tantangan di masa depan. Pemkab Gresik perlu terus bekerja keras untuk menyelesaikan permasalahan pengangguran, kemiskinan, dan banjir Kali Lamong.
Selain itu, Pemkab Gresik juga perlu fokus pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan kerja sama dan semangat harmoni dari semua pihak, Gresik diharapkan dapat menjadi kota yang lebih maju dan sejahtera di masa depan. [dny/beq]






