Surabaya (beritajatim.com) – Ngobrol dengan orang lain kerap kali membuat seseorang menjadi lupa waktu. Terlebih jika memang topik yang dibahas sesuai dengan apa yang selama ini dipikirkan. Namun, terkadang obrolan justru hanya berjalan sepihak. Sedangkan orang lain merasa sudah bosan, lelah, atau bahkan tidak ada peminatan sama sekali.
Untuk sebagian orang mungkin akan merasa tidak enak hati mengatakannya, sehingga berharap kamu punya kesadaran diri atau peka. Kamu pun sebenarnya dapat mengetahui dari tanda-tanda tertentu yang ditunjukkannya, di antaranya;
Ekspresi wajah yang berubah
Perubahan ekspresi wajah seseorang bisa dengan mudah dijadikan sebuah tanda bahwa obrolan sebaiknya dihentikan. Dalam beberapa kasus, seseorang yang tadinya tertawa dan tampak antusias mengobrol, seketika jadi lebih banyak diam, cemberut, atau bersikap sebaliknya, maka sebaiknya kamu berhenti.
Gerakan tubuh
Selain ekspresi wajah, gerakan tubuh juga bisa jadi tanda. Biasanya seseorang akan tampak gelisah, banyak gerak, atau seketika jadi bingung untuk menentukan posisinya. Selain itu, orang yang ingin mengakhiri obrolan biasanya tatapannya jadi ke mana-mana, lebih sering garuk-garuk kepala, hingga memberi respon sederhana seperti menguap.
Respon ala kadarnya
Jika sebelumnya ia tampak antusias menanggapimu dengan memberikan komentar, saran, opini, dan sejenisnya. Namun, tiba-tiba menjadi sekadar ‘iya-iya’ saja, maka itu merupakan tanda bahwa obrolan tersebut harus segera berakhir. Karena bisa jadi dirinya sudah kehabisan kata atau bahkan sudah mulai bosan dengan topik yang kamu bahas.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
Sering meninggalkan tempat
Entah alasan ke kamar mandi, pesan makanan, atau hal lain yang kerap membuatnya meninggalkan tempat, itu tanda seseorang ingin menghindar darimu. Maka sebaiknya kamu segera berhenti mengobrol dengannya. Tentu saja hal ini pasti juga membuatmu menjadi tidak nyaman lagi berbicara.
Mencari kesibukan
Seseorang yang sudah tidak nyaman atau bosan dengan obrolan terkadang sering kali mencari kesibukan. Mulai dari memainkan ponsel, barang-barang di sekitarnya, hingga seolah mencari sesuatu yang hilang. Intinya, akan ada saja hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan tetapi mendadak ia ingin lakukan. (fyi/ian)






