Surabaya (beritajatim.com) – Meski sepintas dari luar terlihat super produktif, begitu sibuk, dan dan super-super lain. Ternyata negara-negara ini hanya bekerja rata-rata kurang dari 6 jam setiap hari. Bisa diasumsikan hari kerja 5 hari yaitu dari Senin hingga Jumat.
Pedoman kerja harian ini mungkin bisa jadi acuan untuk negara Indonesia. Terutama dalam rangka mewujudkan work-life balance. Keseimbangan antara kerja dan melakukan hal lain seperti hobi, atau hiburan. Berikut ini lima negara dengan durasi kerja paling singkat di dunia.
Jerman (Waktu kerja: 25,6 jam/minggu)
Jerman adalah negara maju dengan berbagai inovasi juga energi terbarukan. Namun ternyata jam kerja di Jerman tidak terlalu pada dan relatif pendek, yaitu 25,6 jam/minggu atau sama dengan 5.12 jam setiap harinya.
Denmark (Jam kerja: 25,8 jam/minggu)
Selain fokus pada bidang lingkungan, negara Denmark juga punya fokus pada jam kerja warganya demi kesejahteraan. Jadi, di sana kerja pun tidak akan lama-lama bisa mewujudkan work life balance. Jam kerja Denmark setara dengan 5.16 jam/hari.
Inggris (Jam kerja: 26 jam/minggu)
Meskipun kota di Inggris nampak begitu ramai, ternyata rata-rata jam kerjanya cukup rendah, setara 5.2 jam sehari. Kendati demikian PDB per kapita di Inggris mencapai angka USD 40.284 dan dengan tingkat penganggurannya hanya sekitar 3,8%.
Norwegia (Jam kerja: 26,3 jam/minggu)
Salah satu negara Skandinavia itu punya rata-rata jam kerja yang nyaris mirip dengan Inggris, yaitu setara 5.26 jam perhari. Namun urusan pendapatan tidak perlu diragukan karena negara ini punya PDB per kapita sekitar USD 67.294 pada tahun 2020.
Belanda (Jam kerja : 26,9 jam/minggu)
Dalam rangka mencapai work-life balance, Belanda lalu membuat peraturan dengan tujuan menyeimbangkan kehidupan para pekerjanya. Jam kerja di negeri Kincir Angin setara 5.38 per hari.
Ingin mewujudkan work life balance? Anda bisa merencanakan untuk kerja di beberapa negara maju tersebut. Kerja tak begitu lama, pendapatan selangit. (dan/ian)






