Kediri (beritajatim.com) – Terhitung sudah 5 hari sejak penemuan mayat dalam karung di sawah Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, kasus pembunuhan gadis fotokopi di Kediri itu belum terungkap.
Meskipun sudah ada kecurigaan, tetapi Polres Kediri belum berhasil menangkap pelaku pembunuhan Desy Lailatul Khoiriyah (20) gadis pegawai fotokopi asal Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Salah satu orang yang dicurigai tak lain adalah Suprapto (47) ayah dari Ela, panggilan gadis fotokopi Kediri yang kini menghilang tanpa ada jluntrungnya.
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra mengakui, belum berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap gadis lulusan SMK Negeri 1 Semen, Kabupaten Kediri itu.
Baca Juga : Polisi Periksa Pacar Mayat dalam Karung, Ini Benang Merahnya
“Belum mas. Mohon doanya ya,” jawab AKP Rizkika saat ditanyakan perkembangan kasus pembunuhan gadis fotokopi yang sudah 5 hari dalam penyelidikan Polres Kediri.
Terkini, Satreskrim Polres Kediri memeriksa pacar korban. Penyidik memintai keterangan remaja pria asal Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih itu karena menemui korban sehari sebelum kejadian pembunuhan.
Pacar korban datang ke rumah Maryono (72) kakek korban di Dusun Pagak, Desa Banggle. Tidak hanya korban, dia juga bertemu dengan ayah Ela, Suprapto.
Menurut Kanit Pidum Polres Kediri Ipda Dandy Fitra Ramadhan, saat pertemuan dengan ayah korban, saksi sempat dimarahi. Penyababnya, ada kabar yang menyebutkan, jika ayah korban mengetahui hubungan yang tidak pantas antara putrinya dengan saksi.
Baca Juga : Ibu Mayat dalam Karung di Kediri Curigai Suami, Ini Alasannya
Tetapi, Maryono, kakek korban justru membelanya. Maryono tidak segan untuk melaporkan menantunya sendiri ke kantor polisi, apabila sampai melakukan kekerasan terhadap pacar korban.
Selain pacar korban, penyidik juga memeriksa empat orang saksi lainnya. Mereka, orang yang pertama kali menemukan mayat korban, keluarga dan tetangga.
Sementara ayah korban kini dalam proses pencarian. Meskipun Suprapto sempat memberitahukan posisi terakhirnya di Lamongan kepada sang istri, Sulastri, tetapi polisi tidak begitu saja percaya.
Diberitakan sebelumnya, Ela (20) gadis pegawai fotokopi asal Desa Banggle, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri dibunuh dan mayatnya dimasukkan ke dalam karung. Jenazah korban ditemukan oleh pencari rumput di sawah Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada Sabtu pagi (8/7/2023).
Baca Juga : Mayat dalam Karung di Kediri, Ibu Korban Beri Kesaksian
Diketahui, Ela menghilang sejak Rabu malam (5/7/2023). Sebelum menghilangnya korban, Bahrodin (42) paman yang tinggal bersebelahan dengan rumah Maryono mendengar suara jeritan.
Pihak keluarga mencurigai ayah korban sebagai pelaku dalam pembunuhan sadis ini. Selain sebagai orang yang terakhir kali bersama korban, sang ayah juga sempat membohongi istrinya bahwa sedang berada di Lamongan untuk mencarikan pekerjaan korban. [nm/ted]






